Presiden Harus Cermat! Adidaya Institute: Jaga Anchor Palestina Merdeka, Jangan Gegabah Keluar BoP
Adidaya Institute beri saran strategis: Indonesia harus jaga komitmen Palestina Merdeka sebagai jangkar diplomasi & tetap rasional soal Board of Peace--
Radarpena.co.id - Eskalasi konflik Timur Tengah antara Iran dengan aliansi Amerika-Israel tengah berada di titik didih. Gejolak ini bukan sekadar urusan keamanan regional, tapi menjadi sinyal kuat pergeseran kekuatan global yang bisa mengganggu stabilitas energi hingga jalur perdagangan dunia. Menanggapi situasi panas ini, Adidaya Institute memberikan wanti-wanti strategis bagi pemerintahan Prabowo-Gibran agar tetap rasional dan tidak terbawa arus emosi sesaat.
Isu Palestina: Sumber Legitimasi Moral Terkuat Indonesia
Berdasarkan hasil survei terbaru Adidaya Institute terhadap 72 pakar nasional, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina menempati posisi puncak sebagai "Anchor" atau program jangkar kebijakan strategis dengan bobot mencapai 23,3 persen. Angka ini menegaskan bahwa isu Palestina bukan cuma soal solidaritas, melainkan pondasi utama kredibilitas diplomasi Indonesia di panggung internasiona
Ekonom Adidaya Institute, Bramastyo B Prastowo, menegaskan pentingnya posisi ini dalam keterangan pers pada Sabtu (7/3). "Hasil analisis menunjukkan bahwa isu Palestina Merdeka memperoleh bobot strategis tertinggi. Palestina bukan hanya isu solidaritas kemanusiaan, melainkan sumber legitimasi normatif yang menentukan kredibilitas posisi Indonesia dalam sistem internasional," ungkap Bramastyo.
Board of Peace: Peluang Emas atau Jebakan Diplomasi?
Di tengah tekanan publik agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) akibat serangan Amerika-Israel ke Iran, Adidaya Institute justru menyarankan sikap tenang. Meski eskalasi konflik berpotensi menurunkan kepercayaan dunia terhadap efektivitas BoP, organisasi ini disebut memberikan peluang realistis yang belum pernah ada sebelumnya: pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza.
Adidaya menilai partisipasi dalam BoP adalah langkah strategis jangka panjang untuk menciptakan ketertiban dunia sesuai amanat UUD 1945. Namun, pemerintah tetap perlu melakukan kalibrasi geopolitik secara cepat dan terukur.
Tiga Langkah Strategis Hadapi Ketidakpastian Global
Agar Indonesia tetap menjadi swing state diplomasi yang disegani, Adidaya Institute menyarankan tiga jurus jitu bagi pemerintah:
- Konsistensi Tanpa Batas: Menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai jangkar utama diplomasi demi menjaga posisi moral bangsa.
- Aktor De-eskalasi: Memanfaatkan status negara non-blok untuk meredam konflik internasional melalui hubungan konstruktif.
- Evaluasi Terukur: Melakukan perhitungan ulang terhadap efektivitas inisiatif perdamaian global, termasuk BoP, tanpa merusak hubungan geoekonomi dengan Amerika Serikat.
Bramastyo mengingatkan bahwa hubungan dengan Amerika memiliki dimensi strategis luas, mulai dari investasi hingga stabilitas ekonomi domestik. "Pemerintah tentu tidak perlu terburu-buru mengambil langkah keluar dari BoP. Di tengah situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu, justru diperlukan sikap yang tenang, rasional, dan strategis," tutupnya. (*)
Deskripsi:
Tag:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: