Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran yang Dekati Blokade AS di Selat Hormuz!
Donald Trump resmi perpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, blokade laut tetap siaga penuh.--
radarpena.co.id - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras bagi militer Iran. Pada Senin, 13 April 2026, Trump menegaskan bahwa kapal-kapal Iran yang mencoba mendekati wilayah blokade militer AS akan segera menghadapi penghancuran total.
Ancaman ini muncul tepat saat Komando Pusat AS (CENTCOM) secara resmi mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim, baik yang masuk maupun keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran. Melalui platform media sosial Truth Social, Trump mengklaim bahwa kekuatan laut Iran saat ini sudah dalam kondisi hancur.
Ancaman Penghancuran Terhadap Kapal Serang Cepat
Trump menyebutkan bahwa sebagian besar armada utama Iran telah hancur. Namun, ia kini mengarahkan fokusnya pada unit-unit kecil yang masih tersisa, yang sering disebut sebagai kapal serang cepat.
"Angkatan Laut Iran tergeletak di dasar laut, benar-benar hancur - 158 kapal. Yang belum kami serang adalah sejumlah kecil kapal yang mereka sebut 'kapal serang cepat,' karena kami tidak menganggapnya sebagai ancaman besar," tulis Trump.
Meski tidak menganggapnya sebagai ancaman besar, Trump memberikan peringatan terakhir bagi kapal-kapal tersebut agar tetap menjauh dari zona blokade militer AS.
"Peringatan: Jika ada kapal-kapal ini yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dieliminasi, menggunakan sistem penghancuran yang sama yang kami gunakan terhadap para pengedar narkoba di kapal-kapal di laut," tegasnya.
Prancis dan Norwegia Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
Di sisi lain, komunitas internasional mulai bereaksi terhadap situasi genting ini. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, dan Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, menggelar pertemuan intensif untuk membahas keamanan di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada hari yang sama, kedua negara sepakat bahwa memulihkan kebebasan navigasi di jalur pelayaran global tersebut merupakan harga mati. Mereka menekankan bahwa aktivitas maritim harus berjalan sesuai dengan Hukum Laut dan standar hukum maritim internasional.
Berikut beberapa poin utama dari hasil pembicaraan diplomatik tersebut:
-
Implementasi Gencatan Senjata: Kedua pihak sepakat untuk memastikan kerangka kerja gencatan senjata AS-Iran berjalan efektif.
-
Perluasan Cakupan: Mereka berupaya agar cakupan gencatan senjata ini bisa meluas hingga ke wilayah Lebanon.
-
Keamanan Maritim: Menempatkan stabilitas jalur laut sebagai prioritas utama guna melindungi jalur pasokan global dari ketegangan regional.
Penguatan Kerja Sama Strategis
Selain fokus pada krisis di Timur Tengah, Prancis dan Norwegia juga meninjau kemitraan strategis mereka. Kerja sama ini mencakup sektor pertahanan, industri hijau, hingga sektor antariksa. Prancis kembali menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan antara Uni Eropa dan Norwegia.
Terkait isu keamanan global yang lebih luas, kedua negara ini juga menegaskan kembali dukungan penuh mereka untuk Ukraina dalam menghadapi perang agresi Rusia. Langkah ini menunjukkan bahwa meski fokus terpecah ke arah blokade Iran, stabilitas di Eropa tetap menjadi perhatian serius bagi kedua negara tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: