UEA Digempur Serangan Drone dan Rudal Iran, Pertahanan Udara Siaga Penuh!

UEA Digempur Serangan Drone dan Rudal Iran, Pertahanan Udara Siaga Penuh!

Pertahanan udara UEA cegat serangan rudal dan drone Iran hari kedua.--

 

radarpena.co.id - Kondisi keamanan di wilayah Uni Emirat Arab (UEA) semakin memanas. Pemerintah UEA menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka kembali merespons ancaman rudal dan drone (UAV) yang datang dari Iran pada Selasa, 5 Mei 2026.

Serangan ini menjadi yang kedua kalinya secara berturut-turut setelah rentetan proyektil juga menghujani wilayah tersebut pada hari Senin.

Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa unit pertahanan udara mereka bekerja aktif di lapangan. Pihak kementerian menegaskan bahwa sistem militer sedang "secara aktif terlibat dengan ancaman rudal dan UAV."

Melihat kesigapan para prajurit di lapangan, Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed memberikan apresiasi tinggi. Beliau memuji ketangguhan angkatan bersenjata dalam menjaga kedaulatan negara dari serangan luar.

"UEA mampu, melalui efisiensi militernya dan kohesi masyarakatnya, untuk menangkis setiap agresi dan menghadapi setiap ancaman," ujar Mohamed.

Kronologi Serangan dan Korban Luka

Ketegangan bermula pada hari Senin, saat pertahanan udara UEA harus bekerja ekstra keras mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone kiriman Iran. Meskipun sebagian besar berhasil ditangkis, insiden tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka sedang.

Menanggapi tindakan provokatif ini, pemerintah UEA menyatakan bahwa mereka memiliki "hak penuh dan sah" untuk memberikan balasan atas serangan terbaru dari Iran tersebut.

Ketegangan di Selat Hormuz dan Lepas Pantai Oman

Selain serangan ke wilayah daratan, Uni Emirat Arab juga mengutuk keras aksi drone Iran yang menyasar kapal tanker minyak milik perusahaan ADNOC di Selat Hormuz.

Saat ini, jalur pelayaran tersebut sedang dalam kondisi terblokade, yang memicu Amerika Serikat untuk bersiap mengawal kapal-kapal yang melintasi jalur air strategis tersebut.

Insiden serupa juga terjadi di lokasi lain. Perusahaan ADNOC melaporkan bahwa dua buah drone menyerang kapal MV Barakah di lepas pantai Oman pada hari Senin.

Beruntung, kapal tersebut sedang tidak membawa muatan kargo dan tidak ada laporan mengenai korban luka dalam kejadian tersebut.

Situasi di kawasan kini kian tidak menentu seiring dengan meningkatnya frekuensi serangan udara.

Efisiensi militer UEA menjadi tumpuan utama dalam menghadapi ancaman yang terus berlanjut di sepanjang Selat Hormuz dan wilayah udara mereka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait