AS dan Iran Rebutan Kekuasaan di Selat Hormuz! Gencatan Senjata Timur Tengah Terancam
AS dan Iran berebut Selat Hormuz! Gencatan senjata Timur Tengah terancam batal.--
radarpena.co.id - Situasi di Selat Hormuz memanas kembali. Amerika Serikat dan Iran terlibat kontak senjata yang merusak upaya perdamaian, memicu kekhawatiran atas pasokan energi global.
Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis pada Selasa ini. Gencatan senjata yang baru berjalan empat minggu kini berada di ujung tanduk setelah militer Amerika Serikat dan Iran berebut kendali atas Selat Hormuz. Jalur air ini merupakan urat nadi vital bagi distribusi minyak, pupuk, dan komoditas global.
AS Lancarkan "Proyek Kebebasan" di Jalur Minyak
Pihak militer AS mengonfirmasi bahwa mereka telah menghancurkan enam kapal kecil milik Iran, serta sejumlah rudal jelajah dan drone. Aksi ini merupakan bagian dari operasi bertajuk "Proyek Kebebasan" yang Presiden Donald Trump perintahkan untuk mengawal kapal tanker yang terdampar.
Meski Iran sempat membantah adanya kapal yang berhasil melintas, perusahaan pelayaran Maersk melaporkan bahwa kapal Alliance Fairfax berbendera AS sukses keluar dari Teluk dengan pengawalan ketat militer.
Iran Klaim Pelanggaran Gencatan Senjata
Di sisi lain, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, menuding AS dan sekutunya telah melanggar kesepakatan damai. Melalui unggahan media sosial, ia menegaskan bahwa tindakan AS mengancam keamanan pelayaran dan transit energi dunia.
Korps Garda Revolusi Islam Iran saat ini secara efektif menutup jalur sempit tersebut dengan ancaman ranjau dan rudal. Sebagai balasan, Amerika Serikat melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.
Dampak Eskalasi: Pelabuhan UEA Terbakar dan Harga Minyak Bergejolak
Konflik ini tidak hanya terjadi di laut lepas. Berikut adalah beberapa insiden krusial yang tercatat pada hari Senin:
-
Kebakaran di Fujairah: Pelabuhan minyak penting di Uni Emirat Arab (UEA) terbakar akibat serangan rudal dan drone Iran.
-
Ledakan Kapal Dagang: Kapal HMM Namu milik Korea Selatan melaporkan ledakan di ruang mesin, sementara badan keamanan maritim Inggris (UKMTO) melaporkan dua kapal lainnya dihantam di lepas pantai UEA.
-
Klaim Wilayah: Iran merilis peta baru yang menunjukkan perluasan kendali laut mereka hingga mencakup garis pantai UEA.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis ini. Ia mengimbau AS dan UEA agar tidak terjebak dalam "rawa" konflik yang lebih dalam, sembari menyebutkan bahwa mediasi melalui Pakistan masih terus berjalan.
Upaya Diplomasi di Tengah Ancaman Nuklir
Presiden Trump menegaskan bahwa serangan AS-Israel bertujuan untuk mengeliminasi ancaman nuklir dan rudal balistik Iran. Meskipun intelijen AS melaporkan kerusakan program nuklir Iran masih terbatas, Trump bersikeras ingin memusnahkan persediaan uranium Iran.
Hingga saat ini, Iran tengah meninjau tanggapan AS terhadap proposal damai 14 poin yang mereka ajukan. Namun, masa depan kesepakatan ini masih gelap karena Trump memberi sinyal akan menolak proposal tersebut.
Perang ini telah menelan ribuan nyawa dan mengguncang stabilitas ekonomi dunia. Jika kendali atas Selat Hormuz terus menjadi rebutan, krisis energi global diprediksi akan semakin memburuk.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: