Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Hilang
Evakuasi pendaki--Basarnas
radarpena.co.id - Operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang pasca-erupsi Gunung Dukono masih terus berlangsung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim SAR gabungan bekerja maksimal di tengah kondisi medan yang berbahaya dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa dua dari tiga pendaki yang hilang merupakan warga negara asing (WNA), sementara satu lainnya adalah warga negara Indonesia (WNI).
“Pencarian difokuskan di titik yang diduga menjadi lokasi korban. Dua WNA sempat terdeteksi berada sekitar 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu.
BACA JUGA:Ketegangan AS-Iran Memuncak: Diplomasi Berlanjut di Tengah Konflik Selat Hormuz
Namun, meski posisi dua pendaki asing tersebut telah diketahui, proses evakuasi belum dapat dilakukan. Tim di lapangan menghadapi tantangan besar berupa medan terjal serta intensitas aktivitas vulkanik yang masih tinggi di kawasan gunung.
Sementara itu, satu pendaki WNI hingga kini masih belum ditemukan. Tim SAR masih melakukan pelacakan intensif untuk memastikan keberadaannya.
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di bawah Badan Geologi, status Gunung Dukono saat ini berada pada Level II (Waspada). Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa letusan dengan amplitudo besar.
Sejak Sabtu dini hari hingga pukul 11.00 WIT, tercatat beberapa kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter di atas puncak. Kondisi ini membuat upaya pencarian dan evakuasi menjadi sangat berisiko.
BNPB menegaskan seluruh personel wajib mengutamakan keselamatan serta mengikuti rekomendasi otoritas vulkanologi selama operasi berlangsung.
BACA JUGA:Gunung Dukono Meletus: Singapura Gandeng Indonesia Evakuasi Warganya yang Terjebak Letusan
BNPB juga menyayangkan adanya aktivitas pendakian di tengah kondisi berbahaya. Pemerintah daerah setempat, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, diketahui telah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026.
Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki kawasan dalam radius empat kilometer dari kawah karena berisiko tinggi terdampak erupsi.
Sebagai langkah pencegahan, BNPB mengingatkan masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi terkait aktivitas di gunung api aktif lainnya, seperti:
- Gunung Lewotobi Laki-laki
- Gunung Marapi
- Gunung Semeru
“Kami meminta masyarakat dan operator pendakian untuk aktif menyosialisasikan larangan ini. Setiap pelanggaran dapat dikenakan sanksi sesuai aturan demi keselamatan bersama,” tegas Abdul Muhari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: