Robot Kecoa Bikinan UNDIP Jadi Andalan untuk Cari Korban Gempa di Celah Sempit

Robot Kecoa Bikinan UNDIP Jadi Andalan untuk Cari Korban Gempa di Celah Sempit

Mahasiswa UNDIP ciptakan kecoa "robot" Cyborg Insect untuk bantu BNPB temukan korban bencana di reruntuhan sempit.--

radarpena.co.id - Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) baru saja mencuri perhatian nasional. Mereka memenuhi undangan khusus dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendemonstrasikan inovasi mutakhir: kecoa "robot".

Teknologi bernama Roach-Detect ini hadir sebagai solusi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang jauh lebih efektif, terutama untuk menjangkau lokasi-lokasi yang mustahil ditembus manusia.

Prestasi ini bukan tanpa alasan. Tim UNDIP berhasil menyabet Gold Award dan Special Award di ajang Malaysia Technology Expo (MTE), yang kemudian memicu ketertarikan BNPB untuk menjalin kerja sama Penanggulangan Bencana.

Mengenal Roach-Detect: Gabungan Serangga dan Teknologi Canggih

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa harus menggunakan kecoa? Inovasi ini lahir dari kenyataan pahit di lapangan.

Saat bencana melanda, banyak korban terjebak di celah reruntuhan yang sangat sempit. Robot konvensional bahkan anjing pelacak sekalipun sering kali gagal menjangkaunya.

Tim mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Elektro UNDIP menggunakan pendekatan biohybrid. Mereka memanfaatkan kecoa jenis Madagascar Hissing Cockroach yang memang ahli menjelajah ruang sempit.

Serangga ini mereka lengkapi dengan perangkat elektronik ringan untuk mengendalikan pergerakan serta mengumpulkan data secara langsung (real-time).

Keunggulan Teknologi Cyborg Insect UNDIP:

  • Sensor Suhu Tubuh: Mampu mendeteksi korban berdasarkan pola panas tubuh manusia meskipun dalam kondisi gelap atau berdebu.

  • Kamera Mikro: Mengirimkan visual kondisi lapangan langsung ke platform monitoring berbasis web.

  • Navigasi Adaptif: Lincah melewati medan tidak rata, celah sempit, hingga area penuh gas beracun.

  • Kejar Golden Time: Mempercepat evakuasi dalam batas waktu krusial 72 jam sesuai standar internasional INSARAG.

Demonstrasi di Hadapan BNPB

Inovator utama UNDIP, Mochammad Ariyanto, S.T., M.T., Ph.D., memimpin langsung peragaan ini. Beliau menunjukkan betapa tangguhnya kecoa "robot" ini dalam menavigasi simulasi area bencana. Sebagai informasi, Ariyanto merupakan lulusan the University of Osaka dan hingga kini masih aktif sebagai visiting academic staff di Jepang.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pengembangan teknologi ini bertujuan meningkatkan rasio keselamatan survivor. Mengingat Indonesia sangat rawan gempa bumi dan longsor, teknologi ini menjadi angin segar bagi dunia SAR nasional.

Dukungan Penuh dari Kepala BNPB

Kepala BNPB, Letjend TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil riset multidisiplin ini. Beliau membuka lebar pintu kolaborasi antara akademisi dan pemerintah.

"Apresiasi dan menyambut baik inovasi tersebut dan membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah yang sangat penting memperkuat kekuatan nasional dalam Penanggulangan Bencana," ungkap Letjend TNI Dr. Suharyanto.

Ke depannya, UNDIP berkomitmen terus menyempurnakan Roach-Detect agar semakin adaptif dan aplikatif. Dengan dukungan teknologi modern ini, proses identifikasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan diharapkan menjadi jauh lebih cepat dan akurat.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait