Banjir Bali 2025, BNPB: 16 Orang Meninggal, 1 Hilang, 562 Warga Mengungsi
Kolase tangkapan layar banjir Bali 2025--
DENPASAR, RADARPENA.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal akibat banjir besar di Bali bertambah dari 14 menjadi 16 orang. Sementara itu, satu orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa tambahan korban ditemukan oleh tim gabungan pada Kamis (11/9/2025) sore.
“Total korban meninggal menjadi 16 orang. Satu masih dilaporkan hilang,” ujarnya di Jakarta.
BACA JUGA:Banjir Bali 2025, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah Pusat
Rincian Korban Banjir Bali
BNPB merinci korban meninggal dunia meliputi:
- 10 orang di Kota Denpasar
- 3 orang di Kabupaten Gianyar
- 2 orang di Kabupaten Jembrana
- 1 orang di Kabupaten Badung
Proses pencarian korban hilang masih berlangsung dengan melibatkan 125 personel gabungan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Abdul menyebutkan, banjir di sebagian besar wilayah Bali kini sudah mulai surut. Fokus utama tim saat ini adalah pencarian korban, pembersihan material banjir, dan penyedotan genangan air, termasuk di basemen Pasar Badung.
“Kondisi di Bali sudah mulai normal dan terkendali,” tegasnya.
BACA JUGA:Misteri Nama Menpora yang Baru, Prabowo: Tunggu Waktu yang Tepat
Lebih dari 120 Titik Banjir dan 18 Tanah Longsor
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), banjir terjadi akibat hujan deras berjam-jam yang diperparah fenomena gelombang ekuatorial Rossby sejak Selasa (9/9/2025).
Data BPBD Bali mencatat:
120 titik banjir, dengan 81 titik di Kota Denpasar, 14 di Gianyar, 12 di Badung, 8 di Tabanan, 4 di Jembrana, 4 di Karangasem, dan 1 titik di Klungkung.
18 titik tanah longsor, meliputi 12 di Karangasem, 5 di Gianyar, dan 1 di Badung.
BACA JUGA:Nasib WNI Usai Kerusuhan di Nepal, Ini Pejelasan Kemlu
Ratusan Warga Mengungsi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: