Krisis Banjir di Mozambique, Total 125 Nyawa Melayang

Krisis Banjir di Mozambique, Total 125 Nyawa Melayang

Banjir Dahsyat, Image: Hermann / Pixabay--

radarpena.co.id - Mozambique tengah menghadapi salah satu bencana banjir terparah dalam beberapa dekade terakhir, dengan total korban jiwa mencapai 125 orang sejak awal musim hujan pada Oktober 2025.

Banjir ini telah menenggelamkan wilayah selatan dan tengah negara tersebut, memaksa ratusan ribu orang mengungsi dan menghancurkan rumah, lahan pertanian, serta infrastruktur penting.

Banyak warga yang terpaksa menyelamatkan diri ke atap rumah atau pohon saat air sungai Inkomati meluap.

Dampak Luas Banjir dan Korban Terdampak

Menurut data dari National Institute for Disaster Risk Management and Reduction, lebih dari 642.000 orang terdampak banjir yang telah berlangsung sejak 7 Januari 2026, dengan 12 orang meninggal hanya dalam periode tersebut.

Total korban jiwa selama musim hujan termasuk korban dari wilayah lain mencapai 125 orang. Banjir ini menenggelamkan rumah-rumah, memutus akses jalan utama termasuk N1 yang menjadi penghubung penting antarprovinsi, serta menyebabkan kelangkaan bahan pangan dan bahan bakar di sejumlah wilayah.

Banyak warga yang kehilangan semua harta benda mereka, termasuk perabot rumah tangga dan hewan ternak. Seorang petani berusia 67 tahun dari Hobjana menyatakan bahwa seluruh lahan pertaniannya terendam air dan ia kehilangan rumah serta ternak.

“Kami kehilangan segalanya, termasuk rumah, TV, kulkas, pakaian, dan ternak sapi, kambing, dan babi,” ujarnya.

Upaya Penyelamatan dan Tantangan Lapangan

Tim penyelamat dari Brazil, Afrika Selatan, dan Inggris dikerahkan untuk membantu evakuasi warga dari daerah rawan banjir.

Beberapa warga, meski terancam, masih enggan meninggalkan rumah mereka, sehingga penyelamatan menjadi lebih kompleks.

Wali Kota Marracuene, Shafee Sidat, mengungkapkan bahwa ribuan orang masih berada di zona risiko dan meminta mereka untuk mengikuti arahan tim penyelamat demi keselamatan.

Sekolah dan gereja telah dijadikan pusat pengungsian sementara, menampung sekitar 4.000 orang. Namun, ketersediaan makanan dan fasilitas dasar masih menjadi tantangan, terutama untuk anak-anak yang berada di pengungsian.

Ancaman Banjir Tambahan

Kekhawatiran semakin meningkat karena hujan lebat di Afrika Selatan dapat memicu pelepasan air dari bendungan di hulu Sungai Inkomati, yang akan berdampak langsung pada Mozambik sebagai daerah terakhir sebelum sungai mengalir ke Samudra Hindia.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa meskipun banjir surut, banyak warga kemungkinan tetap akan mengalami kerugian besar dan harus memulai hidup dari awal.

Kesimpulan

Banjir di Mozambique menunjukkan bagaimana perubahan cuaca ekstrem dan manajemen air lintas negara dapat memicu krisis kemanusiaan yang besar.

Data korban jiwa dan jumlah orang terdampak menggarisbawahi perlunya kesiapsiagaan dan koordinasi internasional dalam menghadapi bencana alam.

Fenomena ini juga menegaskan pentingnya perencanaan mitigasi risiko bencana untuk melindungi populasi yang tinggal di dataran rendah dan daerah aliran sungai.

 

Referensi:

People cling to treetops as 'worst floods in a generation' sweep Mozambique – BBC News

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: