Ini Alasan UTBK-SNBT 2026 Diperketat: Cegah Kecurangan dengan Skrining Berlapis!

Ini Alasan UTBK-SNBT 2026 Diperketat: Cegah Kecurangan dengan Skrining Berlapis!

Undip perketat aturan UTBK-SNBT 2026 demi cegah kecurangan alat komunikasi.--

radarpena.co.idUniversitas Diponegoro (Undip) Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas seleksi masuk perguruan tinggi. Sebagai salah satu Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Undip memastikan pelaksanaan ujian tahun ini jauh lebih ketat demi meminimalisir segala bentuk upaya kecurangan.

Langkah ini belajar dari pengalaman UTBK-SNBT 2025, di mana panitia berhasil menangkap peserta yang diduga hendak curang menggunakan perangkat komunikasi tersembunyi. Oleh sebab itu, sistem pengawasan pada periode 2026 ini mengalami peningkatan signifikan.

Sistem Pemilihan Lokasi yang Lebih Terkontrol

Salah satu pembaruan teknis yang mencolok tahun ini adalah pembatasan peserta dalam memilih lokasi ujian secara spesifik. Wakil Rektor I Undip, Heru Susanto, menjelaskan bahwa sekarang peserta hanya bisa memilih kota tempat ujian tanpa tahu titik lokasi pastinya hingga jadwal keluar.

"Misalkan memilih (lokasi ujian) kotanya Semarang begitu. Tetapi, mereka tidak bisa memilih Semarang itu apakah di Undip atau mungkin di tempat lain," katanya di Semarang, Senin, 20 April 2026.

Metode ini merupakan bentuk kontrol panitia pusat dan lokal agar tidak ada celah bagi oknum untuk mengatur rencana kecurangan di lokasi tertentu. Selain itu, sistem skrining terhadap peserta sebelum masuk ke ruang ujian kini jauh lebih intensif menggunakan berbagai instrumen tambahan.

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Kampus Tembalang dan Pleburan

Sebanyak 23.933 peserta tercatat mengikuti ujian di pusat UTBK Undip yang berlangsung mulai tanggal 21 hingga 29 April 2026. Untuk mendukung kelancaran teknis, pihak universitas telah menyiapkan sedikitnya 1.400 unit komputer yang tersebar di wilayah Kampus Tembalang maupun Pleburan.

Rektor Undip, Suharnomo, menegaskan bahwa selain memperketat keamanan, pihak kampus juga tetap memprioritaskan kenyamanan bagi para calon mahasiswa.

"Kami ingin setiap peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman, tertib, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya," tegas Suharnomo.

Layanan Ramah Disabilitas dan Transparansi Informasi

Undip juga membuktikan inklusivitasnya dengan memberikan layanan khusus bagi enam peserta disabilitas (penyandang tunadaksa dan tunarungu) tahun ini. Panitia telah menyesuaikan fasilitas dan dukungan agar mereka dapat mengerjakan soal dengan optimal tanpa kendala teknis.

Di sisi lain, pihak kampus juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi jalannya seleksi nasional ini. Panitia sangat terbuka terhadap laporan atau informasi sekecil apa pun yang mengarah pada potensi tindak kecurangan.

"Kami sangat 'welcome' ketika ada informasi-informasi yang kemudian mengindikasikan bahwa adanya kecurangan dilakukan oleh peserta," pungkas Heru Susanto.

Dengan kombinasi perbaikan sistem pusat, metode skrining ketat, dan dukungan perangkat yang mumpuni, Undip optimis pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 akan berjalan jujur, adil, dan transparan bagi seluruh peserta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara