Iran Masih Tinjau Proposal AS, Jawaban Akan Diberikan Lewat Mediator Pakistan!

Iran Masih Tinjau Proposal AS, Jawaban Akan Diberikan Lewat Mediator Pakistan!

Iran tengah meninjau proposal AS melalui mediator Pakistan.--

 

radarpena.co.id - Pemerintah Iran memberikan sinyal bahwa proses diplomasi dengan Amerika Serikat masih berjalan namun penuh kehati-hatian. Pada Rabu, 6 Mei 2026, Iran mengonfirmasi bahwa mereka masih melakukan peninjauan mendalam terhadap proposal Amerika Serikat yang masuk melalui mediasi Pakistan.

Teheran berjanji akan menyampaikan posisi final mereka segera setelah penilaian internal tersebut tuntas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menjelaskan situasi ini kepada kantor berita ISNA. Ia menegaskan bahwa tim mereka sedang memeriksa draf tersebut secara mendetail. Nantinya, Iran akan mengomunikasikan kesimpulan resminya langsung kepada pihak Pakistan sebagai perantara resmi kedua negara.

Menepis Spekulasi Media Terkait Isu Nuklir

Munculnya laporan dari media AS, Axios, mengenai rincian kesepakatan antara Teheran dan Washington memicu respons dari pihak Iran. ISNA melaporkan bahwa isi berita tersebut sebagian besar adalah "spekulasi media."

Tim negosiasi Iran menyatakan bahwa saat ini fokus utama mereka bukan pada teknis nuklir, melainkan pada masalah yang lebih mendasar.

"Masalah nuklir tidak dibahas pada tahap ini negosiasi," tulis laporan tersebut, menekankan bahwa prioritas Iran saat ini adalah mengakhiri perang sepenuhnya.

Senada dengan hal itu, kantor berita Tasnim yang mengutip sumber tepercaya mengungkapkan bahwa Teheran belum memberi jawaban resmi. Alasannya, terdapat beberapa ketentuan dalam proposal terbaru Amerika Serikat yang mereka anggap tidak dapat diterima oleh pihak Iran.

Poin-Poin dalam Draf Proposal Menurut Laporan Axios

Meskipun Iran menyebutnya spekulasi, laporan Axios sebelumnya mengklaim bahwa kedua negara sudah hampir mencapai kerangka kerja awal untuk mengakhiri konflik. Beberapa poin yang disebut muncul dalam draf tersebut antara lain:

  • Pernyataan berakhirnya perang secara resmi.

  • Proses negosiasi selama 30 hari untuk isu strategis seperti Selat Hormuz.

  • Pembahasan program nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi.

  • Moratorium sementara pengayaan uranium dan perluasan inspeksi kegiatan nuklir.

Tantangan dalam Proses Diplomasi

Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers sebelumnya juga menyinggung hambatan yang ada. Ia menyebut bahwa Washington masih sering mengajukan "tuntutan yang tidak masuk akal" dalam pesan-pesan diplomatik yang dikirim melalui Pakistan.

Mengenai isu "inisiatif 14 poin" yang sempat beredar di media, Baghaei menegaskan bahwa detail mengenai pengayaan dan bahan nuklir belum mencapai kesepahaman akhir. Segala informasi yang beredar di luar jalur resmi pemerintah saat ini masih dianggap sebagai spekulasi semata oleh pihak Teheran.

Iran tetap pada posisinya untuk melakukan evaluasi mandiri tanpa terburu-buru, demi memastikan kedaulatan dan tujuan penghentian konflik dapat tercapai secara adil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait