Foto Donald Trump Bakal Mejeng di Paspor AS Edisi Khusus, Perlu Gak Sih?
Wajah Donald Trump akan menghiasi paspor AS edisi khusus HUT ke-250.--
radarpena.co.id – Pemerintah Amerika Serikat kembali membuat gebrakan yang memicu perhatian publik. Mulai tahun ini, foto Presiden Donald Trump akan menghiasi lembaran paspor Amerika Serikat edisi terbatas.
Langkah ini menjadi momen langka, di mana seorang pemimpin yang masih menjabat membubuhkan citra pribadinya pada dokumen identitas resmi negara.
Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi kabar ini pada Selasa, 28 April 2026, menyusul laporan dari Fox News dan The Bulwark.
Peluncuran paspor unik ini bertujuan untuk memperingati hari jadi ke-250 Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada Juli mendatang.
Desain Eksklusif dengan Sentuhan Emas
Berdasarkan informasi yang beredar, paspor edisi peringatan ini menampilkan dua gambar utama yang sarat akan makna sejarah dan politik.
Pertama, sebuah foto resmi Donald Trump yang terpasang tepat di atas naskah Deklarasi Kemerdekaan. Yang menarik, terdapat tanda tangan presiden dalam balutan warna emas di bagian bawah foto tersebut.
Gambar kedua menyajikan sisi klasik berupa lukisan bersejarah para tokoh pendiri (Founding Fathers) Amerika Serikat.
Juru bicara Tommy Pigott melalui platform X menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari persiapan menyambut ulang tahun Amerika yang ke-250.
"Saat Amerika Serikat merayakan ulang tahun ke-250 Amerika pada bulan Juli, Departemen Luar Negeri sedang mempersiapkan untuk merilis sejumlah paspor AS yang dirancang khusus untuk memperingati peristiwa bersejarah ini," kata juru bicara Tommy Pigott.
Tersedia Secara Terbatas di Washington
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri yang enggan menyebutkan namanya menjelaskan bahwa paspor bertema Trump ini hanya tersedia di kantor pusat di Washington. Dokumen ini diberikan tanpa biaya tambahan, namun hanya berlaku "selama persediaan masih ada."
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah warga yang mengajukan pembuatan paspor dapat menolak edisi khusus ini jika mereka lebih memilih desain standar.
Sebagai perbandingan, paspor AS yang berlaku saat ini biasanya menampilkan pemandangan alam atau momen sejarah ikonik seperti pendaratan manusia di Bulan dan Patung Liberty.
Gebrakan "Branding" ala Donald Trump
Munculnya wajah pemimpin aktif di paspor sebenarnya sangat jarang terjadi di negara-negara demokrasi modern. Biasanya, negara-negara di dunia lebih memilih simbol nasional atau tokoh sejarah yang sudah lama tiada untuk menghiasi dokumen negara.
Sejak kembali ke tampuk kekuasaan tahun lalu, Trump memang terlihat agresif menanamkan pengaruh visualnya di berbagai lembaga pemerintah. Selain spanduk kepresidenan di gedung-gedung publik, nama Trump kini tersemat di Kennedy Center.
Bahkan, Departemen Keuangan sempat menyatakan bahwa tanda tangan sang presiden akan segera muncul di lembaran mata uang dolar.
Fenomena ini mengingatkan publik pada tradisi di Inggris atau negara Persemakmuran yang menampilkan potret Raja Charles III pada uang kertas.
Namun, terdapat perbedaan mendasar: Raja Charles III adalah kepala negara yang tidak terlibat langsung dalam politik praktis.
Dengan peluncuran paspor edisi HUT ke-250 ini, Donald Trump semakin mempertegas kehadirannya dalam simbol-simbol kedaulatan Amerika Serikat bagi para pelancong internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: