Ledakan di Pabrik Kembang Api Tewaskan 26 Orang! Xi Jinping Perintahkan Penyelidikan Menyeluruh
Ledakan pabrik kembang api di Liuyang, China, tewaskan 26 orang.--
radarpena.co.id - Dunia industri kembang api di China tengah berduka. Sebuah ledakan dahsyat menghancurkan pabrik kembang api Huasheng di Kota Liuyang, Provinsi Hunan.
Tragedi memilukan ini merenggut sedikitnya 26 nyawa dan menyebabkan 61 orang lainnya luka-luka. Menanggapi insiden serius ini, Presiden China Xi Jinping langsung mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penyelidikan mendalam.
Perintah dari orang nomor satu di China tersebut turun pada Selasa, sehari setelah ledakan mengguncang kota berpenduduk 1,5 juta jiwa itu pada Senin, 4 Mei 2026 sore sekitar pukul 16.40 waktu setempat. Xi Jinping menegaskan bahwa keselamatan nyawa warga adalah prioritas utama dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.
"Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," kata Xi. Ia juga "mendesak upaya maksimal untuk mencari orang-orang yang masih belum ditemukan," lapor kantor berita Xinhua.
Upaya Penyelamatan di Lokasi Kejadian
Segera setelah ledakan terjadi, pemerintah daerah bergerak cepat dengan mengerahkan 482 personel darurat ke lokasi. Tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati karena adanya risiko ledakan susulan di gudang pabrik. Petugas juga mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar area pabrik demi keamanan.
Hingga Selasa, tim masih terus melakukan pencarian di tengah puing-puing bangunan. Skala kerusakan akibat insiden ini terlihat sangat masif.
Sebuah video dari People's Daily memperlihatkan kerusakan yang meluas, bahkan merusak bangunan di beberapa blok kota di sekitar pabrik. Hingga saat ini, jumlah pasti orang yang masih hilang dalam musibah ini belum bisa dipastikan.
Pihak berwenang keamanan publik pun telah bergerak mengamankan pihak internal perusahaan. Keterangan video tersebut menyebutkan bahwa mereka telah "mengambil tindakan terhadap orang yang bertanggung jawab atas perusahaan tersebut," yang mengindikasikan adanya penahanan.
Evaluasi Total Keamanan Kerja
Tragedi di Liuyang ini menjadi alarm keras bagi standar keselamatan industri di China. Liuyang sendiri merupakan jantung industri kembang api dunia, menyumbang sekitar 70 persen ekspor kembang api China dan menguasai 60 persen pasar domestik.
Presiden Xi Jinping bersama Perdana Menteri Li Qiang menyerukan agar seluruh departemen melakukan evaluasi total terhadap prosedur keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Pihak berwenang di seluruh wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran mendalam dari kecelakaan ini dan memperkuat tanggung jawab untuk keselamatan kerja," tegas Xi.
Rekam Jejak Kecelakaan di Liuyang
Insiden ini menambah catatan kelam keamanan kerja di pusat produksi kembang api tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2019, kecelakaan besar juga menewaskan 13 orang di Liuyang.
Kala itu, pihak berwenang setempat sempat mencoba menutupi skala kecelakaan dengan menyebutkan jumlah korban jiwa yang lebih sedikit dari kenyataan. Namun, penyelidikan pemerintah provinsi Hunan akhirnya mengungkap fakta yang sebenarnya.
Berkaca dari sejarah tersebut, pemerintah kini menekankan transparansi penuh dalam menangani ledakan di pabrik Huasheng kali ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: