Mojtaba Khamenei: AS Telan Kekalahan Memalukan, Tak Lagi Berdaya Lawan Iran!
Mojtaba Khamenei sebut pangkalan AS tak berdaya amankan diri sendiri.--
radarpena.co.id – Peta kekuatan di Timur Tengah benar-benar bergejolak. Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengirimkan pesan "kematian" bagi dominasi Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Dalam pernyataan tertulisnya yang tajam, ia menyebut militer AS telah menelan kekalahan yang memalukan dan tak lagi punya taring untuk menggertak Iran.
Meski sosoknya belum muncul ke publik sejak resmi memimpin pada 9 Maret lalu, Mojtaba langsung mengambil posisi konfrontatif terhadap ancaman blokade total Presiden Donald Trump.
Ia menegaskan bahwa era agresi militer besar-besaran di perairan strategis tersebut kini telah berakhir dengan kegagalan di pihak lawan.
“Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang berlangsung untuk Teluk (Arab) dan Selat Hormuz,” tegas Khamenei dalam pesan yang dibacakan televisi pemerintah, Kamis, 30 April 2026.
Sindir Pangkalan Militer AS: "Jaga Diri Sendiri Saja Tidak Bisa"
Kemunculan Mojtaba ini sangat krusial. Ia naik takhta setelah serangan brutal AS dan Israel pada akhir Februari lalu menewaskan ayahnya, Ali Khamenei. Namun, alih-alih melunak, ia justru mengejek ketidakberdayaan pangkalan militer AS yang tersebar di wilayah Timur Tengah.
Khamenei menyindir bahwa pangkalan-pangkalan tersebut "bahkan tidak memiliki kapasitas untuk memastikan keamanan mereka sendiri, apalagi memberikan harapan untuk mengamankan sekutu mereka."
Kini, Iran semakin memperketat cengkeramannya di Selat Hormuz melalui "kerangka hukum dan manajemen baru." Sebagai jalur nadi energi dunia, Iran mulai menunjukkan taringnya dengan membatasi lalu lintas kapal dan bahkan sudah mulai menarik setoran tol dari jalur air tersebut.
Masa Depan Tanpa Intervensi "Orang Asing"
Senada dengan pemimpin tertingginya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga meremehkan upaya blokade angkatan laut yang digalang Amerika. Ia menilai tindakan balasan AS tersebut pasti akan menemui kegagalan total dan hanya menjadi biang keladi ketegangan di kawasan.
Pezeshkian menambahkan bahwa upaya AS tersebut "tidak hanya akan gagal meningkatkan keamanan regional, tetapi sebenarnya merupakan sumber ketegangan dan gangguan terhadap stabilitas yang langgeng di Teluk [Arab]."
Persenjataan Baru Siap Meluncur
Iran tampaknya tidak hanya menggertak lewat kata-kata. Di balik layar, kekuatan sains dan industri militer mereka terus digenjot, mulai dari teknologi nano, nuklir, hingga rudal canggih.
Komandan Angkatan Laut Shahram Irani bahkan sudah memberi sinyal bahwa Teheran akan segera memamerkan persenjataan angkatan laut terbaru mereka ke hadapan dunia.
Mojtaba Khamenei memprediksi bahwa masa depan Teluk akan jauh lebih cerah tanpa campur tangan negara luar.
Dengan nada mengancam, ia memperingatkan bahwa mereka yang mengintervensi dari jarak ribuan kilometer "tidak punya tempat di sana kecuali di dasar perairannya."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: