Trump Warning Iran: Hentikan Pungutan Biaya di Selat Hormuz!

Trump Warning Iran: Hentikan Pungutan Biaya di Selat Hormuz!

Presiden Donald Trump umumkan perpanjangan gencatan senjata Israel-Hezbollah selama 3 minggu.--

radarpena.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada Teheran terkait laporan adanya pungutan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa Iran harus segera menghentikan praktik tersebut jika memang benar-benar terjadi.

"Ada laporan bahwa Iran memungut biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz — Sebaiknya mereka tidak melakukannya dan, jika mereka melakukannya, mereka sebaiknya berhenti sekarang!" tegas Trump, Kamis, 9 April 2026.

Perselisihan Jalur Perdagangan Minyak Global

Dalam unggahan terpisah, Trump meluapkan kekecewaannya terhadap cara Iran mengelola arus minyak di wilayah perairan strategis tersebut. Ia menilai tindakan Teheran tidak sejalan dengan kesepakatan yang ada sebelumnya.

"Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, tidak terhormat menurut sebagian orang," tulis Trump. Ia juga menambahkan pernyataan singkat namun tajam, "Itu bukan perjanjian yang kita miliki!"

Pernyataan ini muncul sebagai respon terhadap langkah berani Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei. Sebelumnya, Khamenei mengumumkan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan segera memasuki "fase baru."

Iran Tuntut Kompensasi Perang

Di sisi lain, pihak Teheran justru bersikap defensif sekaligus ofensif. Ayatollah Khamenei bersumpah bahwa negaranya akan menuntut kompensasi atas segala kerusakan akibat perang, baik secara materiil maupun hukum.

Pihak Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan pihak yang mereka sebut sebagai "agresor kriminal" lolos begitu saja. Kompensasi yang mereka tuntut mencakup ganti rugi atas kerusakan fisik hingga "darah para martir dan korban luka."

“Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos dari hukuman,” tegas Khamenei.

Menanti Hasil Perundingan di Pakistan

Ketegangan ini mencapai puncaknya justru saat kedua negara dijadwalkan bertemu di meja perundingan. Pakistan akan menjadi mediator dalam pertemuan yang rencananya mulai berjalan pada hari Sabtu mendatang.

Meskipun bersedia duduk bersama untuk membahas rincian kesepakatan potensial, Iran memberikan catatan bahwa dialog ini bukan berarti konflik telah usai. Iran bahkan memperingatkan bahwa militer mereka tetap dalam posisi siaga penuh.

"Tangan kami berada di pelatuk," ujar Khamenei, sembari memperingatkan bahwa setiap kesalahan sekecil apa pun dari musuh akan memicu respon yang sangat tegas dari Iran.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait