Beda Perlakuan di Selat Hormuz! Iran Terapkan Tarif Tol ke Negara Lain, Tapi Gratiskan Kapal Rusia

Beda Perlakuan di Selat Hormuz! Iran Terapkan Tarif Tol ke Negara Lain, Tapi Gratiskan Kapal Rusia

Presiden Iran Masoud Pezeshkian tegaskan blokade laut AS pasti gagal.--

radarpena.co.id – Pemerintah Iran mengambil langkah berani dengan memberikan pengecualian biaya transit di Selat Hormuz bagi negara-negara tertentu.

Salah satu negara yang mendapatkan keistimewaan ini adalah Rusia. Kebijakan ini muncul sebagai bentuk penguatan aliansi antara Teheran dan Moskow di tengah situasi keamanan maritim yang semakin kompleks.

Duta Besar Iran untuk Moskow, Kazem Jalali, mengonfirmasi kabar tersebut pada Jumat, 24 April 2026. Ia menjelaskan bahwa kementerian luar negeri mereka sedang merumuskan kebijakan khusus bagi negara-negara yang dianggap sebagai mitra strategis.

Pengecualian Biaya untuk "Negara Sahabat"

Dalam wawancaranya dengan kantor berita Rusia, RIA Novosti, Kazem Jalali menyebutkan bahwa Iran secara aktif mengupayakan agar Rusia tidak perlu menanggung beban biaya melintasi jalur pelayaran tersebut.

"Kementerian Luar Negeri kami saat ini sedang berupaya menerapkan pengecualian ini untuk negara-negara sahabat, seperti Rusia," kata Jalali.

Meskipun saat ini proses tersebut sedang berjalan, Jalali belum bisa memastikan bagaimana kebijakan ini akan berkembang secara permanen. Ia menambahkan, "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan."

Pengetatan Kontrol di Jalur Pelayaran Minyak

Langkah pemberian insentif bagi Rusia ini berbanding terbalik dengan aturan ketat yang Iran terapkan bagi negara lain. Sebelumnya, laporan dari Wall Street Journal pada 8 April mengungkapkan bahwa Teheran memperketat kendali atas Selat Hormuz.

Iran memerintahkan kapal-kapal yang melintas untuk:

  • Mengatur pembayaran tol di muka melalui Korps Garda Revolusi Islam Iran.

  • Melakukan transaksi menggunakan mata uang kripto atau yuan Tiongkok.

Wacana penarikan biaya transit ini sebenarnya sudah muncul sejak Maret lalu. Kantor berita ISNA melaporkan bahwa Iran sedang mempertimbangkan undang-undang yang mewajibkan setiap kapal membayar biaya masuk saat melintasi koridor maritim strategis ini.

Dampak Perang Terhadap Ekonomi Global

Gangguan pengiriman barang di Selat Hormuz mulai terasa sejak pecahnya perang antara AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari. Ketidakpastian di jalur pelayaran minyak terpenting di dunia ini telah mengguncang pasar energi global dan memicu kekhawatiran akan kerusakan ekonomi jangka panjang.

Di sisi lain, upaya diplomasi terus berjalan meski sangat dinamis. Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran setelah menerima permintaan dari Pakistan.

Trump menegaskan bahwa gencatan senjata ini akan bertahan sampai pihak Teheran mampu mengajukan "proposal terpadu" untuk meredakan ketegangan.

Kebijakan Iran membebaskan Rusia dari biaya tol laut ini tentu akan menjadi perhatian dunia, mengingat Selat Hormuz merupakan urat nadi utama bagi distribusi energi internasional.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait