Kabar Gembira! Lansia 75 Tahun ke Atas Bakal Dapat Makan Bergizi Gratis, Diantar Langsung ke Rumah
Mensos Saifullah Yusuf--radarpena.co.id Disway group
radarpena.co.id - Pemerintah Indonesia tengah memperluas jangkauan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kali ini, fokus utama tertuju pada kelompok yang paling membutuhkan: para orang tua lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memastikan bahwa skema ini sedang dimatangkan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) agar bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan lansia.
BACA JUGA:Nia Ramadhani Digugat Cerai Ardi Bakrie? Asisten Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Isu Perpisahan!
Siapa Prioritas Penerimanya?
Program Makan Bergizi Gratis ini tidak menyasar semua orang sekaligus, melainkan menggunakan skala prioritas:
- Prioritas Utama: Lansia berusia di atas 75 tahun yang tinggal sendirian (sebatang kara).
- Target Berikutnya: Jika kuota terpenuhi, program akan diperluas bagi lansia di bawah usia 75 tahun.
- Kelompok Khusus: Penyandang disabilitas juga masuk dalam daftar penerima manfaat utama.
Skema Penyaluran: Dapur Umum Hingga Layanan Antar
Berbeda dengan program untuk anak sekolah, Makan Bergizi Gratis bagi lansia memiliki sentuhan khusus karena keterbatasan fisik penerimanya.
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG): Makanan akan diproduksi di dapur umum milik BGN yang tersebar di wilayah pemukiman warga.
- Layanan Antar (Home Delivery): Mengingat banyak lansia yang tinggal sendirian, makanan akan diantar langsung ke depan pintu rumah mereka.
- Tenaga Caregiver Terlatih: Kemensos tidak hanya sekadar memberi makan. Secara bertahap, pemerintah menyiapkan perawat dan caregiver terlatih untuk mendampingi kesehatan para lansia.
BACA JUGA:Skandal Inara Rusli Memanas! Sopir Pribadi Bongkar Rahasia CCTV: Ternyata Sudah Biasa Utak-Atik!
Kolaborasi Kemensos dan Badan Gizi Nasional (BGN)
Gus Ipul menegaskan adanya pembagian tugas yang jelas antara kedua lembaga ini untuk menghindari tumpang tindih anggaran:
- Badan Gizi Nasional (BGN): Bertanggung jawab penuh atas anggaran dan ketersediaan makanan bergizi melalui dapur umum.
- Kementerian Sosial (Kemensos): Bertanggung jawab dalam pendataan, sistem distribusi (pengantaran), serta penyediaan tenaga perawat/pendamping.
"Anggarannya kita jadikan satu di BGN, sementara kami (Kemensos) menyiapkan yang mengantarkan dan yang merawat," ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
BACA JUGA:Father of Anime Hadir, Ini Jadwal Tayang Dragon Ball: Galactic Patrol yang sudah Dinanti
Bagaimana Data Penerima Diambil?
Agar tidak salah sasaran, data penerima manfaat akan disaring ketat:
- Pemerintah Daerah mengumpulkan data warga.
- Dilakukan proses asesmen (penilaian kondisi lapangan).
- Data ditetapkan oleh Kepala Daerah.
- Data diserahkan ke BGN untuk eksekusi penyaluran makanan.
Mengapa Program Ini Penting?
Banyak lansia di Indonesia menghadapi risiko malnutrisi karena kesulitan menyiapkan makanan sendiri. Dengan hadirnya MBG, pemerintah berharap kualitas hidup dan angka harapan hidup lansia meningkat, sekaligus memberikan rasa aman bagi mereka yang tidak lagi memiliki keluarga untuk bersandar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: