MBG Mulai Masuk Kampus! IPB Klaim Siap Bangun SPPG Bulan Ini

MBG Mulai Masuk Kampus! IPB Klaim Siap Bangun SPPG Bulan Ini

IPB University siap bangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Bogor. Foto: ilustrasi AI--

BOGOR – Institut Pertanian Bogor (IPB) University menyatakan kesiapannya membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor pada Mei ini untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata kontribusi dunia pendidikan tinggi dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyebut jumlah SPPG yang akan dibangun dapat lebih dari dua unit. Jumlah ini nantinya menyesuaikan kesiapan pelaksanaan di lapangan. Pihak kampus sengaja memilih lokasi SPPG tetap di Bogor agar dekat dengan lingkungan kampus.

“Kalau di IPB, Insyaallah mungkin Mei, kesatu. Dan mungkin nanti berikutnya di Juni,” kata Alim saat dijumpai wartawan usai acara “Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa” di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026.

Integrasi SPPG dengan Sekolah dan Rantai Pasok Lokal

SPPG yang dibangun IPB nantinya akan menyalurkan makanan bergizi ke sejumlah sekolah di sekitar wilayah Bogor. Namun, Alim belum merinci aspek teknis, termasuk jumlah sekolah sasaran, karena pengelolaannya berada di bawah pihak yayasan.

“Ada (rencana membangun dapur SPPG), dari salah satu yayasan IPB,” ujar Alim.

Secara umum, Alim menyambut positif atas dorongan Badan Gizi Nasional (BGN) agar perguruan tinggi berkontribusi dalam pembangunan SPPG.

Ia memandang keterlibatan kampus tidak hanya sebatas membangun atau mengelola dapur SPPG, tetapi juga dapat membuka model ekosistem yang lebih terintegrasi.

Berikut adalah beberapa poin utama dari kontribusi yang diharapkan melalui keterlibatan kampus:

  • Pemberdayaan Petani Lokal: Menjadi contoh desain yang melibatkan petani dan rantai pasok lokal untuk memastikan bahan pangan berasal dari dalam negeri, bukan impor.

  • Sarana Edukasi Praktis: Menjadi wadah pembelajaran (experiential learning) bagi mahasiswa dan ruang riset real time bagi para dosen.

  • Penerapan Inovasi Kampus: Menerapkan teknologi efisiensi energi dapur, peningkatan keamanan pangan, standar mutu, hingga pengelolaan sampah.

  • Ekonomi Sirkular: Mendorong model pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan relevan dengan isu lingkungan hidup.

Peran Strategis IPB University dalam Program Nasional

Selain pembangunan SPPG, Alim mengatakan bahwa sejak awal pihaknya juga telah mendapat tugas dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) sebagai center of excellence untuk pemenuhan pangan bergizi dalam program MBG.

Dalam peran tersebut, pihak kampus bekerja sama dengan berbagai kementerian, serta didukung oleh UNICEF dan BGN. Sejauh ini, IPB telah mengambil langkah konkret seperti menyelenggarakan pelatihan atau training of trainers (TOT), menyusun berbagai modul panduan pelaksanaan MBG, dan menjadi mitra riset utama bagi BGN.

Peluang Besar untuk Perguruan Tinggi

Sebelumnya, BGN menyampaikan bahwa kampus bisa mulai mempertimbangkan untuk memiliki setidaknya satu SPPG guna mendukung program peningkatan gizi nasional.

Hal itu disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana, untuk mengingatkan bahwa perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri," ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (29/4).

Dadan juga mendorong kampus untuk membangun dan mengelola SPPG secara mandiri sekaligus menjadikannya sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik.

Menurutnya, satu unit SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi saja, tetapi juga bertindak sebagai simpul ekonomi baru yang membutuhkan dukungan produksi pangan dalam jumlah besar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara

Berita Terkait