Balita di Cianjur Meninggal Diduga Keracunan MBG, Begini Penjelasan Resmi BGN

Balita di Cianjur Meninggal Diduga Keracunan MBG, Begini Penjelasan Resmi BGN

Ilustrasi balita tewas--

sultra.disway.id - Kabar meninggalnya seorang balita di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang disebut-sebut akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya diklarifikasi oleh pemerintah. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan informasi tersebut tidak benar.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kematian balita bernama M Abdul Bais tidak berkaitan dengan program MBG.

“Tidak benar meninggalnya bayi usia dua tahun di Cianjur karena program MBG,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

BACA JUGA:63 Balita dan Ibu Keracunan MBG di Cianjur

Kronologi Konsumsi Makanan

BGN menjelaskan, makanan dari program MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 dan langsung dikonsumsi pada hari yang sama.

Menu yang disajikan saat itu meliputi:

  • Mi kecap
  • Telur dadar
  • Susu
  • Buah

Namun, pada malam hari dan keesokan paginya, orang tua balita memberikan tambahan makanan di luar program, berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri.

BACA JUGA:Puluhan Ribu Pelajar Keracunan MBG Sejak April 2025, Pakar UGM: Hampir Setiap Bulan Ada!

Gejala Muncul Dua Hari Kemudian

Menurut BGN, gejala baru muncul dua hari setelah konsumsi MBG, tepatnya pada 16 April 2026. Balita tersebut mulai mengalami muntah dan diare pada pagi hari.

Dari total 2.174 penerima manfaat MBG pada hari yang sama, tidak ada laporan gangguan kesehatan serupa.

“Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” jelas Nanik.

Pernyataan Keluarga dan Dinkes

Ayah korban, Sahjanudin, juga menegaskan bahwa kematian anaknya bukan disebabkan oleh program MBG.

“Saya memastikan ini murni karena sakit, tidak ada hubungannya dengan dapur MBG,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Cianjur menyatakan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait