Temukan Pelanggaran Serius, BGN Setop Ratusan SPPG

 Temukan Pelanggaran Serius, BGN Setop Ratusan SPPG

Salah satu korban keracunan MBG--disway

radarpena.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menghentikan sementara operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah Indonesia.

Langkah tegas ini diambil setelah ditemukan berbagai pelanggaran serius terkait standar kualitas makanan dan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

362 Dapur MBG di Jawa Disuspend

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Doni Dewantoro, mengungkapkan bahwa hingga saat ini total 362 SPPG di Pulau Jawa telah dihentikan sementara.

BACA JUGA:KPAI Desak BGN Investigasi Menyeluruh Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Jaktim

Dalam periode 6–10 April 2026 saja, terdapat tambahan 41 dapur MBG yang dikenai sanksi.

“Penindakan ini merupakan komitmen kami untuk menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, dan tata kelola operasional,” ujarnya.

Temuan Pelanggaran Beragam

BGN mencatat berbagai pelanggaran di lapangan, di antaranya:

  • Tidak adanya pengawas gizi dan keuangan
  • Menu makanan yang tidak layak
  • Dapur masih dalam tahap renovasi
  • Masalah manajemen operasional
  • Dugaan gangguan pencernaan pada penerima manfaat

Kasus gangguan kesehatan bahkan dilaporkan terjadi di beberapa daerah seperti Cimahi, Bogor, Tasikmalaya, hingga Bantul.

BACA JUGA:Puluhan Siswa SD Keracunan MBG, SPPG Pondok Kelapa Disetop

Wilayah Timur Juga Terdampak

Tak hanya di Pulau Jawa, penindakan juga dilakukan di wilayah Indonesia bagian timur.

Direktur Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, menyebutkan dari sekitar 4.300 SPPG, sebanyak 165 unit turut disuspend.

Penyebab utama di wilayah ini adalah:

  • Tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
  • Belum tersedia instalasi pengolahan air limbah (IPAL)

Langkah Korektif untuk Jamin Kualitas

BGN menegaskan bahwa kebijakan penghentian sementara ini bersifat korektif, bukan permanen.

Seluruh dapur MBG yang disuspend diwajibkan melakukan perbaikan menyeluruh sebelum diizinkan kembali beroperasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait