Uya Kuya Ngamuk dan Polisikan Ribuan Akun Media Sosial, Gegara Difitnah Punya 750 SPPG

Uya Kuya Ngamuk dan Polisikan Ribuan Akun Media Sosial, Gegara Difitnah Punya 750 SPPG

Politisi PAN Uya Kuya--

Radarpena.co.id - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya jika rumah pribadi tempat berlindung keluarga tiba-tiba menjadi sasaran penjarahan massal hanya karena berita bohong? Inilah kenyataan pahit yang harus tertelan oleh selebritas sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya. Setelah sekian lama memilih diam, pria yang populer dengan gaya nyentriknya ini akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah hukum yang sangat tegas.

Keputusan Uya Kuya melaporkan sejumlah akun media sosial ini bukan tanpa alasan kuat. Ia tidak ingin lagi menjadi korban dari narasi palsu yang diproduksi secara masif oleh oknum tidak bertanggung jawab. Selasa (21/4/2026), di Kompleks Parlemen, Uya membeberkan pengalaman traumatisnya yang terjadi pada Agustus 2025 lalu sebagai pemicu utama aksi beraninya kali ini.

Belajar dari Tragedi Penjarahan Rumah Tahun 2025

Uya menceritakan bahwa pada tahun lalu, ia sempat mengabaikan berbagai video hoaks dan fitnah yang menyeret namanya. Sebagai sosok yang jarang melakukan klarifikasi, ia menganggap masyarakat bisa membedakan mana berita benar dan mana yang palsu. Namun, anggapan itu ternyata salah besar dan justru berujung bencana bagi keluarganya.

"Kejadian Agustus kemarin yang rumah saya dijarah itu kan adalah banyak ya video hoaks dan video fitnah yang beredar yang saya diemin ya. Saya enggak klarifikasi karena saya enggak biasa mengklarifikasi kalau memang itu hoaks kan," ungkap Uya Kuya dengan nada serius. Ia menyadari bahwa membiarkan fitnah berkembang liar justru memberi ruang bagi kebencian untuk bertumbuh hingga memicu tindakan kriminal nyata.

Modus Jahat: Video Lama Dijahit dan Ditambah Narasi Palsu

Uya Kuya menjelaskan bagaimana para penyebar hoaks tersebut bekerja dengan sangat licin. Mereka mengambil potongan video lama miliknya, kemudian "menjahit" atau mengeditnya kembali dengan tambahan teks provokatif yang seolah-olah merupakan pernyataan resminya. Salah satu narasi yang paling merugikan adalah soal klaim pendapatan tertentu yang tidak pernah ia ucapkan.

"Beredarnya ribuan video hoaks dari video-video lama saya yang dijahit, dikasih tambahan tulisan-tulisan dulu apa Rp6 juta per bulan, apa segala macam. Itu kan bukan omongan saya, saya enggak pernah ngomong begitu. Tapi itu diproduksi secara masif dan orang percaya itu saya," sambungnya lagi. Produksi konten menyesatkan ini berjalan begitu cepat hingga publik sulit membedakan fakta orisinal dari hasil manipulasi digital.

Uya Kuya Bantah Isu Ratusan Dapur Makan Bergizi Gratis

Selain soal video editan, Uya juga gerah dengan isu panas yang menyebut dirinya menguasai proyek ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar burung ini beredar kencang di tengah masyarakat dan kembali memojokkan posisinya sebagai wakil rakyat. Dengan tegas, ia membantah kepemilikan bisnis tersebut guna meredam spekulasi yang semakin liar.

“Tidak ada satu pun dapur MBG yang saya punya,” tegasnya singkat namun penuh penekanan. Ia ingin memastikan bahwa tidak ada lagi kesalahpahaman yang bisa memicu amuk massa atau sentimen negatif terhadap dirinya maupun keluarganya di masa depan.

Langkah Hukum Murni Inisiatif Pribadi, Bukan Pesanan Partai

Banyak pihak mungkin bertanya-tanya apakah pelaporan ini merupakan arahan dari pihak tertentu mengingat statusnya sebagai politisi. Namun, Uya Kuya memastikan bahwa langkah melaporkan akun media sosial ini adalah murni inisiatif pribadi sebagai warga negara yang hak-haknya dilanggar.

Ia merasa telah mengalami kerugian yang sangat besar, baik secara materiil akibat penjarahan, maupun immateriil karena nama baiknya yang tercoreng di mata publik. Baginya, laporan polisi ini adalah bentuk pertahanan diri agar kejadian mengerikan pada Agustus 2025 tidak terulang kembali. Nama baik adalah aset yang harus ia jaga, terutama demi keamanan anak dan istrinya.

Pesan Uya: Jangan Diam Terhadap Fitnah Digital

Kisah Uya Kuya ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa hoaks di dunia maya bisa berujung pada kekerasan fisik di dunia nyata. Penjarahan rumah yang dialami Uya adalah bukti konkret betapa jahatnya narasi bohong yang dibiarkan tanpa tindakan. Kini, ia memilih untuk tidak lagi menjadi penonton pasif dan siap menyeret para produsen hoaks ke meja hijau. - Anisha Aprilia/Disway

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait