BGN Setop Operasional 4 Dapur SPPG di Bangkalan, Penyebabnya: Ada Kasus Keracunan!

BGN Setop Operasional 4 Dapur SPPG di Bangkalan, Penyebabnya: Ada Kasus Keracunan!

Ratusan murid di Jakarta Timur alami keracunan setelah makan menu MBG.--

 

radarpena.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas demi menjamin keselamatan masyarakat. BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional empat unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Keputusan ini muncul setelah pihak berwenang menemukan pelanggaran serius terkait sanitasi dan keamanan pangan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan, Bambang Mustika, mengonfirmasi kabar tersebut pada Selasa. Menurutnya, penutupan ini berlandaskan pada dua alasan krusial.

"Selain karena tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal), juga karena ada kasus keracunan," ungkap Bambang di Bangkalan, Selasa, 28 April 2026.

Penyebaran Dapur yang Izinnya Dicabut

Pihak Satgas merinci bahwa dapur-dapur yang bermasalah ini tersebar di tiga wilayah kecamatan, yakni Galis, Tanah Merah, dan Blega. Bambang menjelaskan pembagian penyebab penutupan tersebut secara detail.

  • Kecamatan Galis & Tanah Merah: Pencabutan izin operasional berkaitan dengan ketiadaan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal).

  • Kecamatan Blega: Penutupan berawal dari adanya insiden keracunan makanan yang menimpa warga sekolah.

Kronologi kasus keracunan di SMP Negeri

Insiden yang cukup mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Blega pada 20 April 2026 lalu. Kejadian ini melibatkan dua orang siswa dan seorang guru di salah satu SMP Negeri.

Semuanya bermula ketika sang guru menjalankan tugas untuk mencicipi menu guna memastikan kelayakan makanan. Namun, tak lama berselang, guru tersebut justru mengalami gejala keringat dingin dan muntah-muntah.

Di sisi lain, dua siswa yang menyantap hidangan MBG pada pagi hari juga merasakan mual hebat. Bahkan, kondisi salah satu siswa sempat memburuk hingga harus dilarikan ke puskesmas bersama gurunya.

Merespons kejadian ini, Satgas bersama BGN langsung melakukan investigasi mendalam dan pengujian laboratorium terhadap sisa menu tersebut.

"Hasilnya, makanan tersebut memang mengandung zat berbahaya, sehingga BGN langsung mengeluarkan rekomendasi penghentian operasi," jelas Bambang.

Komitmen Keamanan Program Makan Bergizi Gratis

Meskipun ada kendala pada empat titik ini, program MBG secara keseluruhan tetap berjalan masif untuk mendukung kesehatan warga. Di Kabupaten Bangkalan sendiri, program ini menyasar total 328.017 orang yang tersebar di 18 kecamatan.

Saat ini, terdapat 112 unit dapur yang masih beroperasi secara normal dari total 129 unit dapur yang tersedia di wilayah tersebut.

Penutupan sementara ini menjadi bentuk pengawasan ketat agar standar gizi dan keamanan pangan tetap terjaga bagi ratusan ribu penerima manfaat.

Bambang menegaskan kembali rincian penutupan ini sebagai bahan evaluasi. "Jadi, dari empat MBG yang ditutup sementara itu, tiga dapur karena tidak memiliki Ipal, sedangkan satu dapur lagi, karena terjadi kasus keracunan," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait