Viral Terapi 'Totok Sirih' Ekstrem pada Balita di Palembang, Netizen Kecam Aksi Terapis

Viral Terapi 'Totok Sirih' Ekstrem pada Balita di Palembang, Netizen Kecam Aksi Terapis

Viral Terapi 'Totok Sirih' Ekstrem pada Balita di Palembang, Netizen Kecam Aksi [email protected]

radarpena.co.id - Jagat media sosial mendadak gempar setelah sebuah video singkat yang memperlihatkan praktik pengobatan alternatif pada anak di Palembang viral. Video tersebut memicu kemarahan publik lantaran sang terapis menerapkan teknik "totok sirih" dengan cara yang masyarakat anggap sangat ekstrem dan membahayakan keselamatan balita.

Berdasarkan rekaman unggahan akun Instagram @fakta.indo, seorang balita tampak tengah menjalani sesi terapi di sebuah klinik. Alih-alih mendapatkan stimulasi lembut sebagaimana pijat bayi pada umumnya, balita malang ini justru menerima tekanan keras dari kayu pijat yang terbungkus daun sirih.

Hal yang paling menyita perhatian sekaligus memicu kemarahan warganet adalah besarnya tenaga yang terapis gunakan saat menekan tubuh sang bocah. Meski balita tersebut sudah menangis histeris karena menahan rasa sakit yang luar biasa, sang terapis seolah menutup telinga. Ia tetap melanjutkan aksinya dengan kekuatan penuh yang setara dengan tekanan untuk orang dewasa.

Menanggapi gelombang kritik yang terus mengalir, pemilik praktik tersebut akhirnya angkat bicara. Ia berdalih bahwa teknik totok sirih miliknya memiliki khasiat yang luar biasa bagi ketenangan anak.

"Balita yang dipijat di tempat kami akan langsung tidur nyenyak dan tidak rewel pada malam hari," klaim pemilik praktik dalam pembelaannya.

BACA JUGA:Viral! Siswa SMKN 1 Ngasem Kediri Bagikan MBG ke Warga yang Membutuhkan, Aksi Tuai Pujian

BACA JUGA:Kena Mental! Rizky Ridho 'Alih Profesi' Jadi Tukang Foto Ibu-ibu di Bali

Kelelahan Fisik atau Efek Terapi?

Namun, klaim tersebut justru menjadi bumerang. Perdebatan panas pecah di kolom komentar, di mana banyak netizen, termasuk tenaga kesehatan, meragukan alasan "tidur nyenyak" tersebut. Banyak pihak berpendapat bahwa anak tersebut tidur pulas bukan karena efek kesembuhan, melainkan karena kelelahan fisik akibat menangis hebat dan mengalami trauma usai tubuhnya menerima tekanan kayu.

Para ahli kesehatan pun mulai angkat bicara mengenai risiko fatal dari praktik semacam ini. Mereka menyoroti tiga poin utama yang menjadi kekhawatiran besar:

Risiko Cedera Fisik: Struktur tulang dan otot balita masih sangat muda dan lunak. Penggunaan alat bantu seperti kayu dengan tekanan tinggi dapat memicu memar, cedera otot serius, hingga risiko patah tulang.

Trauma Psikis: Pengalaman menyakitkan yang anak terima secara paksa dapat membekas dalam ingatan. Hal ini berpotensi membuat anak ketakutan terhadap sentuhan fisik atau prosedur medis di masa depan.

Iritasi Kulit: Walaupun daun sirih merupakan bahan herbal, gesekan keras antara kayu dan kulit bayi yang tipis dapat menyebabkan iritasi parah atau luka lecet.

BACA JUGA:Viral Penumpang Masak Mi Instan Pakai Kompor Listrik, KAI: Kami Bisa Turunkan Paksa!

BACA JUGA:Viral! Siswa SD di Aceh Tengah Seberangi Sungai Pakai Tali Demi Ikut Ujian

Izin Praktik Dipertanyakan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait