Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun, Jerome Polin: Jujur, Saya Takut dan Sedih

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun, Jerome Polin: Jujur, Saya Takut dan Sedih

Jerome Polin ikut bereaksi usai Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus Chromebook. Impiannya jadi Mendikbud ikut terguncang. Foto: Instagram @jeromepolin.--

Radarpena.co.id - Kasus hukum yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim kini memantik gelombang reaksi publik. Tidak hanya karena tuntutan hukuman yang sangat berat, tetapi juga karena dampaknya terhadap kepercayaan generasi muda untuk terjun ke pemerintahan.

Nadiem Makarim menghadapi tuntutan 18 tahun penjara terkait kasus pengadaan laptop Chromebook. Selain ancaman hukuman badan, Jaksa Penuntut Umum juga menuntut denda sebesar Rp1 miliar. Angka yang paling menyita perhatian publik muncul dari tuntutan uang pengganti yang mencapai Rp5,68 triliun.

Besarnya tuntutan tersebut langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak pihak ikut menyoroti jalannya persidangan, termasuk YouTuber dan kreator konten pendidikan, Jerome Polin.

Melalui akun Instagram pribadinya, Jerome mengaku sangat terpukul melihat perkembangan kasus tersebut. Ia bahkan menyebut situasi ini dapat membuat orang-orang berkualitas dan berintegritas berpikir ulang sebelum masuk ke pemerintahan.

“Liat Mas Nadiem dipenjara 18 tahun, ujung-ujungnya semua orang berkualitas dan berintegritas bakal takut masuk ke/bekerja sama dengan pemerintah,” tulis Jerome dalam unggahannya.

Pernyataan itu langsung menyita perhatian warganet. Banyak pengguna media sosial ikut mendiskusikan kekhawatiran yang sama, terutama soal masa depan sumber daya manusia di sektor pemerintahan.

Jerome juga menyoroti proses persidangan yang menurutnya terasa janggal. Ia mengaku tidak habis pikir karena bukti-bukti yang muncul di persidangan dianggap tidak mendapat perhatian.

“Udah speechless. Semua bukti di persidangan gak dianggep. Gak bisa nemuin kesalahan, tapi tetep di hukum, bahkan hukumannya lebih berat dari banyak kriminal dan koruptor,” lanjutnya.

Unggahan tersebut memperlihatkan betapa emosionalnya Jerome dalam melihat kasus yang menimpa Nadiem. Selama ini, Jerome memang dikenal aktif menyuarakan isu pendidikan dan sering mendorong generasi muda untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia.

Di balik komentarnya yang viral, ternyata Jerome memiliki mimpi besar sejak lama. Ia secara terbuka mengaku ingin menjadi Menteri Pendidikan di masa depan demi membantu kemajuan pendidikan Indonesia.

Impian itu kini terasa terguncang setelah melihat kasus yang menimpa Nadiem Makarim. Jerome bahkan mengaku sedih dan patah hati karena kondisi tersebut bisa membuat banyak orang baik memilih menjauh dari pemerintahan.

“Sebagai orang yang punya impian untuk menjadi menteri pendidikan dan berkontribusi untuk pendidikan Indonesia, aku sedih dan patah hati banget,” tulisnya lagi.

Tidak berhenti di situ, Jerome juga menyebut ketakutan yang mungkin dirasakan banyak anak muda berintegritas lainnya. Menurutnya, orang-orang yang sebenarnya ingin membantu negara bisa kehilangan keberanian karena takut menghadapi risiko hukum yang berat.

“Aku yakin gak cuma aku, tapi semuaaa orang yang punya panggilan untuk berkontribusi untuk Indonesia, orang-orang yang baik, berintegritas, dan tulus, akan takut dan gak mau ambil resiko kalau berakhir seperti ini,” pungkas Jerome.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait