Pecel Khas Jawa Timur Masuk 10 Besar Salad Terenak Dunia versi TasteAtlas
Pecel khas Jatim jadi salad terenak peringkat 8 di dunia--
Radarpena.disway.id, Jakarta - Indonesia kembali mencatatkan prestasi di kancah kuliner dunia. Kali ini, giliran pecel, makanan tradisional khas Jawa Timur—yang mendapat pengakuan internasional. Situs kuliner terkemuka TasteAtlas baru-baru ini merilis daftar "Best Rated Salads in the World", dan menempatkan pecel di peringkat ke-8 sebagai salah satu salad terenak di dunia.
Cita Rasa Nusantara yang Mendunia
Bagi masyarakat Indonesia, pecel bukanlah makanan asing. Hidangan ini terdiri dari sayuran rebus seperti bayam, kangkung, kacang panjang, tauge, dan daun kenikir, yang disiram dengan sambal kacang bercita rasa gurih, manis, dan sedikit pedas. Tak jarang, pecel disajikan dengan pelengkap seperti rempeyek, tempe goreng, atau nasi hangat.
Namun siapa sangka, makanan yang selama ini akrab di meja makan keluarga Indonesia justru berhasil menggeser berbagai salad populer dari negara-negara Barat dalam daftar bergengsi tersebut. Pecel berada satu tingkat di atas “salade niçoise” asal Prancis dan bahkan mengalahkan beberapa salad dari Italia, Yunani, dan Amerika Latin yang biasanya lebih dulu mendunia.
TasteAtlas memuji pecel sebagai hidangan sehat dan lezat dengan keseimbangan rasa yang kuat. “Perpaduan tekstur antara sayuran segar dan saus kacang yang kompleks menjadikan pecel sebagai makanan yang unik dan memikat,” tulis laman resmi TasteAtlas.
BACA JUGA:Resep Ayam Shabu-Shabu ala Chef Devina: Lembut, Praktis, dan Cocok untuk Diet!
Salad Tradisional, Bukan Sekadar Makanan Sampingan
Banyak orang mungkin tak menyadari bahwa pecel pada dasarnya adalah versi lokal dari salad: sayuran segar, kaya serat, rendah lemak, disajikan dengan saus sebagai dressing. Dalam konteks global, pecel dapat dikelompokkan sebagai salad tradisional Asia Tenggara yang memiliki karakter rasa yang kuat, tidak hanya segar namun juga menggugah selera.
Berbeda dari salad Barat yang biasanya dingin dan minimalis, pecel hadir dengan cita rasa yang hangat dan “berani”. Ini membuatnya unik di mata para penikmat kuliner dunia. Selain itu, kepraktisan penyajian dan fleksibilitas bahan menjadikan pecel mudah diterima oleh lidah dari berbagai budaya.
BACA JUGA:Batagor Jadi Camilan Terenak se-Asia Tenggara Versi TasteAtlas, Ini Daftarnya!
Dari Dapur Jawa Timur ke Dunia
Asal-usul pecel diyakini berasal dari wilayah Mataraman di Jawa Timur, yang kemudian menyebar ke berbagai daerah di Pulau Jawa dan sekitarnya. Dalam sejarahnya, pecel dikenal sebagai makanan rakyat, disajikan dalam kenduri, acara keluarga, hingga dijajakan di warung pinggir jalan.
Kini, pecel menjadi simbol kuliner rakyat yang mampu menembus batas-batas geografis. Di luar negeri, restoran Indonesia di beberapa negara seperti Belanda, Australia, dan Jepang sudah mulai mengenalkan pecel kepada pelanggan mereka. Popularitas ini diyakini akan semakin meningkat setelah pengakuan dari TasteAtlas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: