4 Makanan Tradisional Indonesia yang Lahir dari Ketidaksengajaan tapi Jadi Favorit

4 Makanan Tradisional Indonesia yang Lahir dari Ketidaksengajaan tapi Jadi Favorit

Ilustrasi nasi bakar sum-sum, makanan tradisional Indonesia yang lahir dari ketidaksengajaan --Instagram @deena_hp

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Tahukah kamu kalau ada beberapa makanan tradisional Indonesia yang justru lahir dari ketidaksengajaan? Alih-alih gagal, justru "kecelakaan dapur" itu menghasilkan cita rasa unik dan membuat makanan tersebut populer hingga kini.

Menariknya, beberapa makanan tradisional Indonesia yang lahir dari ketidaksengajaan ini selalu punya cerita tersendiri yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat setempat. 

Yuk, simak deretan makanan tradisional Indonesia yang lahir karena ketidaksengajaan, tapi tetap jadi favorit banyak orang!

1. Nasi Bakar Sumsum

Dari Serang, Banten, ada kuliner unik bernama nasi bakar sumsum. Menurut cerita, hidangan ini sudah ada sejak 1940-an, bahkan sebelum Indonesia merdeka. 

Awalnya, ada seorang penjual daging yang merasa sayang membuang tulang sapi yang tak laku. Ia pun membawa pulang tulang-tulang itu, kemudian mengolahnya dengan rempah dan membungkusnya bersama nasi dalam daun pisang.

BACA JUGA:

Tak disangka, proses membakar nasi dengan tulang sumsum ini menghasilkan aroma harum dan rasa gurih yang luar biasa. 

Sejak saat itu, nasi bakar sumsum menjadi kuliner khas Banten yang dicari banyak orang karena rasanya begitu khas dan menggugah selera.

2. Kerak Telor

Siapa yang tak kenal kerak telor, makanan khas Betawi yang melegenda? Hidangan ini sudah ada sejak abad ke-18 pada masa kolonial. Menurut sejarah, orang Belanda di Batavia sudah mengenal kerak telor sejak lama.

Konon, kerak telor tercipta karena masyarakat Betawi kala itu punya banyak kelapa. Mereka lalu bereksperimen dengan menggabungkan beras ketan, telur, dan serundeng kelapa. 

Hasilnya? Sajian gurih nan lezat yang kini selalu hadir dalam acara budaya Betawi seperti Pekan Raya Jakarta. Tak hanya enak, kerak telor juga menjadi simbol kuliner tradisional yang membanggakan.

3. Tahu Campur

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: