4 Makanan Tradisional Indonesia yang Lahir dari Ketidaksengajaan tapi Jadi Favorit

4 Makanan Tradisional Indonesia yang Lahir dari Ketidaksengajaan tapi Jadi Favorit

Ilustrasi nasi bakar sum-sum, makanan tradisional Indonesia yang lahir dari ketidaksengajaan --Instagram @deena_hp

Kuliner khas Lamongan, Jawa Timur ini juga lahir karena ketidaksengajaan. Tahu campur awalnya tercipta dari sisa bahan makanan seperti tahu, lontong, sayuran, dan kaldu yang tersisa. Daripada terbuang, seseorang mencoba mencampurnya menjadi satu.

BACA JUGA:

Siapa sangka, racikan sederhana ini justru menghasilkan harmoni rasa yang pas. Kuah kaldunya gurih, berpadu dengan tahu dan sayuran segar, membuat tahu campur jadi kuliner khas Lamongan yang banyak diburu pecinta kuliner. 

Hingga kini, tahu campur tetap eksis dan jadi makanan tradisional yang menyehatkan sekaligus mengenyangkan.

4. Ayam Geprek

Meski terkesan modern, ayam geprek ternyata lahir dari ketidaksengajaan juga. Awalnya, mahasiswa di Yogyakarta meminta pesanan ayam goreng dengan sambal, namun meminta agar ayamnya dihancurkan terlebih dahulu. Tujuannya supaya sambal lebih meresap dan ayam lebih mudah dimakan.

Eksperimen sederhana ini ternyata menghasilkan hidangan yang nikmat luar biasa. Perpaduan ayam goreng crispy dengan sambal pedas yang digeprek langsung membuatnya jadi favorit. 

Kini, ayam geprek bukan hanya populer di Yogyakarta, tapi juga menjamur di seluruh Indonesia dengan berbagai varian sambal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: