Terungkap! Nama Kue Putu Ternyata Singkatan 'Pencari Uang Tenaga Uap' dengan Sejarah Unik
Ilustrasi kue putu --Foto: flckr
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Siapa yang tak tergoda dengan kue putu? Makanan tradisional berwarna hijau dengan aroma pandan ini memang legendaris. Saat pedagangnya lewat, bunyi uap kukusan khas selalu jadi penanda yang sulit dilupakan.
Namun, di balik cita rasanya yang gurih manis, kue putu ternyata menyimpan kisah unik. Nama 'putu' diyakini berasal dari singkatan 'Pencari Uang Tenaga Uap', terinspirasi dari cara memasaknya yang menggunakan uap panas.
Penasaran seperti apa sejarah dan fakta menarik kue putu ini? Yuk, simak cerita lengkapnya berikut agar kamu makin bangga pada kuliner Nusantara.
Sejarah Kue Putu
Kue putu sudah ada sejak 1.200 tahun lalu dan berasal dari Tiongkok pada masa Dinasti Ming. Saat itu, kue ini dikenal dengan nama Xian Roe Xiao Long, yakni kue tepung beras berisi kacang hijau yang dimasak menggunakan cetakan bambu.
Ketika masuk ke Nusantara, namanya tercatat dalam naskah Jawa klasik Serat Centhini yang ditulis pada 1814. Dalam naskah itu, kata 'puthu' disebut sebagai camilan yang dihidangkan selepas salat Subuh, menandakan kue ini telah lama menjadi bagian kuliner Jawa.
BACA JUGA:
- 4 Kuliner Jawa Paling Ekstrem yang Bikin Penasaran, Berani Coba?
- 6 Makanan Indonesia yang Namanya Ternyata Berasal dari Singkatan, Sudah Tahu?
- Aneka Camilan Singkong dari Berbagai Daerah Indonesia yang Wajib Kamu Coba
Asal-Usul Nama yang Menarik
Ada dua versi yang populer soal penamaan kue putu. Pertama, kata 'puthu' dalam bahasa Jawa berarti bundar atau lingkaran, menggambarkan bentuk cetakan bambu tempat adonan dikukus.
Versi kedua, yang paling terkenal, menyebut 'PUTU' adalah singkatan dari 'Pencari Uang Tenaga Uap'. Julukan ini lahir dari kebiasaan pedagang kue putu yang mengandalkan uap panas untuk memasak kue sambil menghasilkan bunyi khas yang jadi daya tarik pembeli.
Suara Uap yang Jadi Ciri Khas
Ketika pedagang kue putu lewat, biasanya suara desisan uap terdengar lebih dulu sebelum gerobaknya terlihat. Adonan tepung beras hijau dimasukkan ke cetakan bambu kecil, diberi gula merah, lalu dikukus.
Uap panas dari proses ini mengeluarkan suara unik yang membuat banyak orang langsung mengenali kehadiran si penjual.
Rasa Gurih Manis yang Bikin Rindu
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: