BTN Karawang Perkuat Akses Pembiayaan UMKM Biar Usaha Makin Cuan

BTN Karawang Perkuat Akses Pembiayaan UMKM Biar Usaha Makin Cuan

BTN KC Karawang dukung UMKM lewat digitalisasi transaksi dan akses pembiayaan, serta percepat layanan KPR melalui sistem Loan Factory.--

Radarpena.co.id - BTN Kantor Cabang (KC) Karawang terus memperkuat dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, BTN KC Karawang menghadirkan layanan transaksi digital dan akses pembiayaan yang membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis serta daya saing mereka.

Melalui berbagai layanan dan produk perbankan, BTN KC Karawang berupaya membantu pelaku UMKM agar dapat naik kelas, semakin kompetitif, serta berkembang secara berkelanjutan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan layanan transaksi keuangan yang mudah, aman, dan berbasis digital.

Kepala Cabang BTN Karawang Turmono mengatakan, digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pelaku usaha. Karena itu, BTN menghadirkan layanan transaksi digital melalui QRIS dan Electronic Data Capture (EDC) BTN yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM dalam menjalankan aktivitas usahanya.

"BTN KC Karawang senantiasa mendukung berbagai program dan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM. Kami berkomitmen membantu pelaku usaha agar dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik," kata Turmono dalam media briefing, Selasa (9/6).

Selain layanan transaksi digital, BTN KC Karawang juga memberikan akses pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis. Pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, hingga memperkuat daya saing usaha.

Menurut Turmono, BTN menyediakan berbagai solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM, di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dari sisi demand, BTN juga menghadirkan Kredit Program Perumahan (KPP) yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan perumahan.

"Melalui akses pembiayaan yang tersedia, kami berharap pelaku UMKM dapat lebih mudah mengembangkan usaha dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah," jelas Turmono.

BTN KC Karawang bakal terus bersinergi dengan Pemkab Karawang serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan ekosistem UMKM yang lebih kuat, produktif, dan berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, BTN juga terus melakukan transformasi bisnis untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah implementasi Loan Factory. Yakni pusat pemrosesan kredit terintegrasi yang mengonsolidasikan proses kredit konsumer secara nasional melalui pemanfaatan teknologi digital, data analytics, decision engine, dan workflow automation.

"Transformasi tersebut dilakukan untuk memperkuat standardisasi proses kredit, meningkatkan kualitas verifikasi dan analisis, serta mempercepat proses pengambilan keputusan kredit, termasuk untuk produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR)," terang Turmono.

Sebelumnya, proses operasional kredit BTN dilakukan melalui enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang tersebar di berbagai wilayah. Yaitu Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar. Namun, model tersebut dinilai memiliki sejumlah keterbatasan. Mulai dari standar proses yang belum seragam hingga kapasitas dan produktivitas antarwilayah yang berbeda.

Melalui sistem Loan Factory, proses pengajuan dan pengolahan kredit kini dipusatkan dalam satu sistem yang terintegrasi. Pendekatan tersebut memungkinkan proses kredit berjalan lebih efisien sekaligus meminimalisasi intervensi manual.

"Dengan Loan Factory, proses KPR diproses di satu sentral. Kami mengedepankan proses digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama," ucap Turmono.

Implementasi sistem tersebut akan dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia. Dengan proses yang semakin terdigitalisasi dan tersentralisasi, BTN optimistis dapat menjaga kualitas kredit baru secara lebih konsisten. Serta meningkatkan efisiensi layanan kepada masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: