Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus: Alami Luka Bakar 20 Persen dan Trauma Kimia Mata

Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus: Alami Luka Bakar 20 Persen dan Trauma Kimia Mata

Kondisi aktivis KontraS Andrie Yunus mulai membaik di HCU RSCM pasca penyiraman air keras. Puspom TNI resmi tahan empat personel BAIS TNI sebagai tersangka.-ANT-

Radarpena.co.id - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dilaporkan mulai menunjukkan tren positif setelah mendapatkan perawatan intensif di High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, mengonfirmasi bahwa Andrie saat ini ditangani oleh tim medis multidisiplin guna memulihkan luka bakar dan trauma kimia yang dideritanya.

Berdasarkan diagnosa terbaru dari tim dokter RSCM, Andrie mengalami luka bakar sebesar 20 persen pada area tubuhnya. Selain luka fisik, ia menderita trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan 3 atau fase akut. Kondisi ini sempat menyebabkan penurunan penglihatan yang signifikan serta kerusakan pada jaringan kornea saat awal kejadian.

"Kami bersyukur kondisi Andrie sudah membaik. Tim dokter telah melakukan tindakan pembersihan jaringan rusak pada mata kanan serta prosedur transplantasi membran amnion (TMA) untuk mendukung pemulihan permukaan mata," ujar Jane dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Rangkaian Operasi dan Pemulihan Intensif

Pada Selasa 17 Maret 2026, Andrie telah menjalani prosedur medis lanjutan berupa pengangkatan jaringan kulit mati (debridement) serta penanganan dini pada area wajah, termasuk prosedur tanam kulit. Meski area wajah mendapatkan prioritas, tim medis mencatat adanya luka yang cukup dalam pada bagian leher, dada, dan lengan kanan.

Kondisi luka yang dalam tersebut memungkinkan Andrie harus menjalani tindakan operasi lebih dari satu kali di masa mendatang. Saat ini, pengawasan komprehensif terus dilakukan oleh spesialis mata, bedah plastik rekonstruksi, hingga tim medis kegawatdaruratan. Demi alasan keamanan dan hak privasi pasien, pihak keluarga dan kuasa hukum saat ini melarang adanya kunjungan dari pihak mana pun.

Empat Anggota BAIS TNI Resmi Ditahan

Di sisi hukum, perkembangan signifikan muncul dari pusat penegakan hukum militer. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI secara resmi telah menahan empat personel TNI yang diduga kuat terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempat tersangka tersebut diketahui berdinas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI.

Komandan Puspom TNI, Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto, mengonfirmasi bahwa keempat oknum tersebut berinisial NDP, SL, BWH, dan ES. Saat ini, keempatnya tengah menjalani pemeriksaan mendalam di Puspom TNI untuk masuk ke tingkat penyidikan lebih lanjut.

"Keempat tersangka sudah kami amankan di Puspom TNI. Terkait motif penyiraman, kami belum bisa menyampaikan karena proses pemeriksaan masih berlangsung secara intensif," tegas Mayjen Yusri.

Penahanan anggota BAIS TNI ini menjadi sorotan tajam publik, mengingat korban merupakan aktivis yang vokal menyuarakan isu-isu impunitas dan hak asasi manusia. Pihak TNI memastikan akan menangani kasus ini secara transparan dan akuntabel hingga proses persidangan di pengadilan militer nantinya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait