Aktivis KontraS Disiram Air Keras, BEM PTNU se-Nusantara Murka: Demokrasi Sedang Dipertaruhkan!

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, BEM PTNU se-Nusantara Murka: Demokrasi Sedang Dipertaruhkan!

BEM PTNU se-Nusantara kutuk penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus. Tuntut Panglima TNI bongkar aktor intelektual & jaga demokrasi.--

Radarpena.co.id - Kabar kelam baru saja mengguncang dunia aktivisme tanah air. Peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Sahabat Andrie Yunus, aktivis vokal dari KontraS, memicu gelombang amarah dari berbagai kalangan mahasiswa. Aliansi BEM PTNU se-Nusantara bersama Pengurus Wilayah DKI Jakarta secara tegas mengutuk aksi keji ini dan menyebutnya sebagai lonceng kematian bagi kebebasan berpendapat di Indonesia.

Berdasarkan hasil konsolidasi nasional pada 23 Maret 2026 dan diskusi publik yang digelar hari ini, 31 Maret 2026, para mahasiswa menilai serangan ini bukan sekadar kriminalitas jalanan biasa. Keterlibatan oknum militer dalam kasus ini menjadi sorotan tajam yang membuat publik bertanya-tanya: apakah suara kritis kini harus dibayar dengan keselamatan nyawa?

Jangan Sembunyi di Balik Kata "Oknum", Usut Tuntas Akar Masalah!

Mahasiswa menolak keras penyederhanaan masalah melalui label "oknum" yang seringkali digunakan untuk melokalisir kesalahan individu. Arya Eka Bimantara, perwakilan mahasiswa, menekankan bahwa penggunaan istilah tersebut tidak boleh menghambat penelusuran secara struktural. Jika kekerasan terhadap aktivis terus berulang dengan pola serupa, maka ada sistem yang harus segera dievaluasi.

“Istilah ‘oknum’ tidak boleh menjadi cara untuk menyederhanakan persoalan struktural. Jika kejadian serupa terus berulang, maka yang perlu ditelusuri bukan hanya individu, tetapi juga pola dan kemungkinan sistem yang membiarkannya terjadi,” tegas Arya dalam pernyataan sikap resminya.

Senada dengan itu, Angles Firnanda menambahkan bahwa teror fisik ini membawa pesan implisit untuk membungkam kritik. Menurutnya, serangan terhadap Andrie Yunus adalah serangan langsung terhadap kualitas demokrasi dan kebebasan sipil yang telah diperjuangkan sejak era reformasi.

Negara Sedang Diuji: Berani Ungkap Aktor Intelektual?

Koordinator Wilayah BEM PTNU DKI Jakarta memperingatkan pemerintah bahwa keselamatan individu aktivis adalah barometer jaminan konstitusional. Negara tidak boleh abai dan hanya berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Jika aktor intelektual di balik layar tidak terungkap, maka keadilan yang dihasilkan hanyalah keadilan semu untuk meredam amarah publik sesaat.

Kekhawatiran mahasiswa sangat beralasan. Demokrasi tidak akan runtuh seketika, melainkan melemah perlahan saat masyarakat mulai takut bersuara. Hari ini yang menjadi target adalah aktivis KontraS, namun besok ancaman yang sama bisa menyasar siapa saja yang berani melontarkan kritik terhadap kekuasaan.

3 Tuntutan Harga Mati BEM PTNU se-Nusantara

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, aliansi mahasiswa yang melibatkan kampus-kampus besar seperti UNUSIA, PTIQ Jakarta, IIQ Jakarta, hingga STAI Sadra ini menyampaikan tiga poin pernyataan sikap yang sangat krusial:

  1. Kawal Proses Hukum Hingga Tuntas: Mahasiswa mendesak Jaksa Penuntut Umum Militer memberikan tuntutan maksimal kepada pelaku agar memberikan efek jera yang nyata.
  2. Bongkar Aktor Intelektual: Meminta Panglima TNI melakukan penyelidikan komprehensif untuk mengungkap siapa pemberi perintah di balik aksi penyiraman air keras ini.
  3. Evaluasi Peran Militer: Mendesak penegasan batasan peran militer agar tetap profesional di ranah pertahanan dan tidak masuk ke ranah sipil yang bukan kewenangannya.
Mahasiswa Berjanji Terus Mengawal Sampai Keadilan Menang

Menutup seruan publik tersebut, BEM PTNU menegaskan bahwa militer harus fokus pada kedaulatan negara di tengah dinamika global, bukan justru berhadapan dengan rakyat sendiri. Jika kebenaran tidak terungkap utuh, pesan yang sampai ke masyarakat adalah bahwa kekerasan terhadap suara kritis masih bisa dinegosiasikan. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait