Puluhan Siswa di Bandung Barat Keracunan Massal Usai Santap Makanan MBG, Jumlah Korban Terus Bertambah

Puluhan Siswa di Bandung Barat Keracunan Massal Usai Santap Makanan MBG, Jumlah Korban Terus Bertambah

Tangkapan layar keracunan MBG di Bandung Barat--

BANDUNG BARAT, RADARPENA.CO.ID - Kasus keracunan massal diduga akibat makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi.

Kali ini menimpa puluhan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Senin (22/9/2025) siang.

Hingga Senin malam, jumlah korban tercatat mencapai 63 siswa dari tiga sekolah, yakni SMK Pembangunan Bandung Barat (PBB), MTs Darul Fiqri, dan SD Negeri Cipari.

Para siswa mengalami gejala mual, pusing, hingga kejang usai menyantap makanan yang dibagikan siang hari.

BACA JUGA:Kasus Keracunan Makanan Tersebar di 17 Provinsi, Ketua DPR: Program MBG Harus Dievaluasi

Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, mengatakan pasien pertama datang sekitar pukul 12.06 WIB.

Jumlahnya terus meningkat hingga 63 orang, dengan 14 siswa harus dirujuk ke RSUD Cililin karena mengalami sesak napas dan kejang.

“Pasien terus berdatangan hingga sore. Dari total 63 orang, 14 di antaranya kami rujuk ke RSUD Cililin. Dugaan awal mengarah pada lauk ayam dalam paket MBG yang disebut sudah berbau asam,” jelas Yuyun.

Penanganan darurat dilakukan di beberapa titik, seperti UGD Puskesmas Cipongkor, GOR Kantor Kecamatan, dan Bidan Desa Sirnagalih.

Tenaga medis tambahan dari Puskesmas Saguling, Gununghalu, dan Sindangkerta juga diturunkan untuk memperkuat layanan.

BACA JUGA:Program MBG Pamekasan Bermasalah, Siswa Keracunan dan Temukan Belatung

Dinkes Bandung Barat Turun Tangan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Hj. Lia N. Sukandar, membenarkan laporan keracunan massal tersebut.

Ia mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim lengkap ke lokasi untuk memberikan penanganan cepat.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 15.23 WIB dari Puskesmas dan RS Cililin. Saat ini, posko darurat sudah disiapkan di Puskesmas Cipongkor dan Kantor Kecamatan Cipongkor, serta menyiagakan Puskesmas Citalem dan Gununghalu sebagai rujukan tambahan,” ungkap Lia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait