Arsenal Pasang Harga Mati, Real Madrid Angkat Kaki dari Perburuan Calafiori

Arsenal Pasang Harga Mati, Real Madrid Angkat Kaki dari Perburuan Calafiori

--

Radarpena.co.id - Langkah ambisius Real Madrid untuk memboyong Riccardo Calafiori ke Santiago Bernabeu tampaknya harus menemui jalan buntu.

Direktur Olahraga Arsenal, Andrea Berta, dilaporkan langsung mengambil tindakan tegas demi memagari bek tangguh asal Italia tersebut.

Melansir laporan The Mirror, Arsenal menyematkan label harga fantastis sebesar 86 juta poundsterling (sekitar Rp1,7 triliun).

Nilai klausul yang kelewat mahal ini seketika membuat manajemen Los Blancos berpikir ulang.

Meski sang pelatih anyar, Jose Mourinho, sangat mendambakan servis Calafiori untuk memperkuat lini pertahanan Madrid, raksasa Spanyol tersebut diprediksi akan memilih mundur secara perlahan dan mengalihkan dana belanja mereka ke target lain.

Manuver Belanja Los Blancos dan Potensi Rekor Meriam London

Mundurnya Real Madrid dari perburuan Calafiori terbilang logis mengingat mereka sudah berkomitmen mengucurkan dana besar untuk sejumlah bek papan atas.

Madrid diketahui telah mengalokasikan 52 juta poundsterling untuk Marc Cucurella dari Chelsea, serta melayangkan tawaran sebesar 78 juta poundsterling demi Ruben Dias dari Manchester City. Selain itu, lini belakang mereka juga baru saja diperkuat oleh kedatangan Ibrahima Konate secara gratis.

Di sisi lain, jika transfer Calafiori senilai 86 juta poundsterling ini benar-benar terealisasi, Arsenal sebenarnya akan memecahkan rekor penjualan terbesar dalam sejarah klub. Angka tersebut melampaui rekor lama saat melepas Alex Oxlade-Chamberlain ke Liverpool seharga 35 juta poundsterling pada 2017 silam. Namun, melihat situasi terkini, Calafiori tampaknya akan tetap setia berseragam Meriam London.

Dilema Lini Belakang dan Skema Taktik Mikel Arteta

Sejak mendarat dari Bologna pada 2024, Calafiori telah menjelma menjadi pilar krusial di London Utara dengan torehan empat gol dan satu asis dari 65 penampilan. Walau sempat dibayangi problem kebugaran, bek berusia 24 tahun ini tetap menjadi andalan utama dengan mencatatkan 22 starter di Liga Primer musim lalu, sebuah musim bersejarah yang menyudahi puasa gelar kasta tertinggi Arsenal selama 22 tahun.

Memasuki musim 2026-2027, persaingan di sektor bek kiri dipastikan bakal semakin memanas. Kedatangan Piero Hincapie yang selangkah lagi diresmikan dari Bayer Leverkusen akan menjadi tantangan baru bagi Calafiori. Kendati demikian, menjual Calafiori bukanlah opsi bijak bagi Mikel Arteta. Kemampuan multiposisinya yang fasih bermain sebagai bek tengah sangat dibutuhkan sebagai pelapis Gabriel Magalhaes. Dengan sisa kontrak tiga musim, Calafiori diproyeksikan tetap menjadi bagian penting dari strategi rotasi Arteta.

Rencana Cuci Gudang: Lini Serang Arsenal Jadi Korban

Demi menyeimbangkan neraca keuangan klub yang hanya meraup keuntungan 14,5 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas 2025, Arsenal bersiap mengambil keputusan ekstrem. Alih-alih mengorbankan sektor belakang, Arteta justru bakal merombak lini serang secara agresif.

Dua penyerang sayap andalan, Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard, dikabarkan masuk dalam daftar jual. Sebagai gantinya, manajemen Arsenal tengah memantau intensif tiga talenta baru untuk menyegarkan daya gedor, yaitu Christos Tzolis, Bradley Barcola, dan Morgan Rogers.

Tak hanya itu, Arsenal juga mulai terbuka mendengarkan tawaran untuk Gabriel Jesus yang kontraknya akan habis pada 2027, serta Ben White yang penampilannya kerap terganggu cedera. Sementara itu, wonderkid lulusan akademi Hale End, Ethan Nwaneri, dipastikan akan diberi kesempatan unjuk gigi pada laga pramusim demi membuktikan kapasitasnya pasca-masa peminjaman yang kurang memuaskan di Marseille.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait