Demi Enzo Fernandez, Real Madrid Siap Tumbalkan Tchouameni atau Camavinga ke Chelsea
--
Radarpena.co.id - Raksasa Spanyol, Real Madrid, dilaporkan tengah menyusun strategi transfer ambisius. Demi melicinkan jalan untuk memboyong Enzo Fernandez dari Chelsea, manajemen Los Blancos dikabarkan siap menyodorkan salah satu dari dua gelandang internasional Prancis mereka: Aurelien Tchouameni atau Eduardo Camavinga.
Bagi para pendukung Chelsea, berakhirnya kompetisi Liga Primer musim 2025-2026 mungkin menjadi sebuah berkah yang patut disyukuri. Bagaimana tidak, The Blues baru saja melewati periode yang carut-marut setelah terlempar dan menyudahi kompetisi di peringkat kesepuluh.
Absennya Chelsea di panggung Eropa musim depan diprediksi bakal membuat para pemain bintang mereka gerah dan mulai melirik pintu keluar.
Kondisi ini menempatkan sang manajer, Xabi Alonso, pada situasi pelik. Alonso kini dihadapkan pada tugas berat untuk memagari pilar-pilar pentingnya sebelum musim 2026-2027 bergulir.
Enzo Fernandez sendiri kabarnya tidak menutup pintu untuk hengkang, dan Real Madrid menjadi salah satu klub yang paling serius mengamati situasi sang gelandang Argentina.
Taktik Madrid Akali Banderol Selangit
Menurut laporan TEAMtalk yang dilansir SportsMole, Chelsea tidak akan melepas Fernandez dengan harga murah. Klub London Barat tersebut mematok harga sang pemain di angka fantastis, yakni sekitar 125 juta poundsterling.
Sadar bahwa angka tersebut terlalu tinggi untuk ditebus secara tunai di tengah regulasi finansial, manajemen Real Madrid mencoba memutar otak. Mereka bersedia memasukkan nama Tchouameni atau Camavinga ke dalam paket transfer untuk memangkas biaya tunai secara signifikan.
Selain kedua gelandang Prancis itu, Chelsea sebenarnya juga mengagumi dua talenta muda milik Madrid, Jacobo Ramon dan Chema Andres. Namun, kubu Santiago Bernabeu tampaknya enggan melepas aset masa depan mereka tersebut dan memilih opsi pemain yang sudah matang.
Dilema Taktik Xabi Alonso di Stamford Bridge
Jika menilik kebutuhan taktik, Xabi Alonso kemungkinan besar akan menerapkan skema dua gelandang bertahan (double pivot) di lini tengah Chelsea untuk musim depan. Secara teori, ruang untuk pemain dengan karakteristik seperti Tchouameni atau Camavinga tentu sangat terbuka lebar.
Namun, menyatukan salah satu dari mereka dengan Moises Caicedo justru memicu tanda tanya besar bagi para pengamat. Karakter bermain Tchouameni dan Camavinga cenderung lebih kuat saat beroperasi di area yang dalam.
Kehadiran salah satu dari mereka dikhawatirkan justru akan memaksa Caicedo, yang baru berusia 24 tahun, bermain di posisi yang asing baginya.
Melepas Caicedo jelas bukan pilihan bijak bagi Chelsea, mengingat gelandang asal Ekuador tersebut terikat kontrak jangka panjang hingga tahun 2033. Oleh karena itu, jika Fernandez benar-benar angkat kaki pada bursa transfer musim panas ini, tugas utama manajemen adalah mencarikannya tandem yang pas untuk Caicedo.
Sebagai perebut bola yang andal, Caicedo membutuhkan sosok gelandang yang memiliki visi bermain progresif demi mendongkrak kreativitas lini tengah Chelsea.
Menakar Peluang Fernandez Jadi Penerus Toni Kroos
Selama merumput di Stamford Bridge, Fernandez kerap didorong untuk bermain lebih menyerang. Padahal, namanya mulai melejit saat membela Benfica berkat kemampuannya mendikte ritme permainan dari area yang lebih dalam lewat akurasi umpan-umpan panjangnya yang menawan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: