4 Produsen Beras Ternama Diperiksa Bareskrim Polri, Diduga Langgar Mutu dan Takaran
4 Produsen Beras Ternama Diperiksa Bareskrim Polri, Diduga Langgar Mutu dan Takaran -Istimewa-
"Kementan melakukan pengawasan, Polri malah melakukan tanam jagung," ucapnya.
Bambang juga mempertanyakan responsifitas Polri dalam menangani kasus tersebut.
"Responsifitas itu sudah menjadi jargon Polri harusnya dibuktikan," tuturnya.
Menurutnya, pernyataan Kementan di DPR seharusnya menjadi bukti awal untuk ditindaklanjuti dalam penyidikan.
Bambang menilai bahwa Polri seharusnya bisa meminta keterangan awal pada Kementan tanpa menunggu laporan model B dari Kementan ke Polri lebih dulu.
"Bahkan tanpa menunggu laporan model B dari Kementan ke Polri lebih dulu, penyidik bisa meminta keterangan awal pada Kementan," terangnya.
Pemeriksaan & Langkah Hukum Berlanjut
Sementara Kasatgas Pangan Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf saat ditanyakan apakah sudah menerima laporan Kementan tersebut, belum menjawabnya sejak Jumat 4 Juli hingga kini.
Kemudian Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap adanya dugaan mafia beras.
Hal itu diduga dilakukan 212 produsen beras dan telah dipanggil untuk diperiksa.
Kemudian Pakar Pertanian, Suardi Bakri mengatakan hal itu diduga terungkap usai ada temuan terkait stok dan harga pangan di lapangan.
"Jadi memang kan terjadi anomali sekarang yah, keliatan bahwa sementara pemerintah telah mengumumkan stok pangan melimpah ya kita sudah mencapai hampir empat juta ton tapi kelihatannya harga-harga pangan menigkat," katanya saat dikonfirmasi disway.id, Jumat 4 Juli 2025.
Kementan Dinilai Investigasi Temuan Mafia Beras
Kemudian, Kementan dinilai akhirnya melakukan investigasi usai adanya informasi tersebut.
"Kemudian Kementerian Pertanian dalam hal ini Menteri Pertanian semacam investigasi kenapa harga-harga melonjak padahal apa suplainya banyak, sementara kalau kita tahu hukum ekonomi kan kalau suplai banyak pastinya harganya rendah tapi sekarang ini ada beberapa lokasi atau tempat harga-harga itu melampaui harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah jadi saya kira cukup bagus, cukup positif bahwa Kementerian Pertanian sangat peduli dengan kondisi ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: