4 Produsen Beras Ternama Diperiksa Bareskrim Polri, Diduga Langgar Mutu dan Takaran
4 Produsen Beras Ternama Diperiksa Bareskrim Polri, Diduga Langgar Mutu dan Takaran -Istimewa-
WG – Uji sampel dari 5 daerah menunjukkan mutu tidak sesuai standar.
FS – Sembilan sampel dari 4 provinsi gagal memenuhi standar.
BPR – Tujuh sampel dari berbagai daerah diduga bermasalah.
SUL/JG – Diduga melanggar berdasarkan 3 sampel dari Yogyakarta dan Jabodetabek.
Mafia Beras & Anomali Harga di Pasar
Dugaan praktik mafia beras terungkap dari investigasi Kementan yang mencatat anomali antara stok dan harga pasar. Meski pemerintah menyebut stok melimpah hingga 4 juta ton, harga di lapangan justru meroket. Hal ini memicu investigasi lebih dalam.
Pakar pertanian Suardi Bakri menilai lonjakan harga menunjukkan adanya penimbunan atau distribusi tidak lancar. Bahkan, berdasarkan data investigasi:
85,56% beras premium tidak sesuai mutu
59,78% dijual di atas HET
21% tidak sesuai takaran kemasan
Potensi kerugian negara capai Rp 99 triliun.
Kritik Terhadap Polri: Fokus Tupoksi Dipertegas
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto mengkritik Satgas Pangan Polri karena dianggap tidak fokus pada fungsi penegakan hukum. Ia menyayangkan keterlibatan Polri dalam proyek tanam jagung, yang seharusnya menjadi domain Kementan.
"Polri harusnya fokus sesuai tupoksinya sebagai penyidik dan penegak hukum melakukan pengawasan. Bukan melakukan proyek tanam jagung yang menjadi tupoksi Kementan," katanya saat dikonfirmasi disway.id, Selasa 8 Juli 2025.
Bambang menyebut pengungkapan kasus oleh Mentan mengkonfirmasi bahwa ada proses yang terbalik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: