KPK Luncurkan Indeks Integritas Pendidikan 2024: Peta Menuju Dunia Pendidikan yang Bersih dan Berintegritas
KPK Luncurkan Indeks Integritas Pendidikan 2024--
Radarpena.co.id,Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meluncurkan Indeks Integritas Pendidikan 2024, hasil dari Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024, yang mencerminkan kondisi integritas dunia pendidikan Indonesia dari sisi karakter, ekosistem, dan tata kelola. Indeks Integritas Nasional 2024 tercatat sebesar 69,50, yang artinya masih berada di level “Korektif”.
Indeks tahun 2024 tidak dapat dibandingkan dengan tahun 2023 karena perbedaan jangkauan responden; tahun 2023 hanya mencakup provinsi, sementara tahun 2024 menjangkau hingga kabupaten/kota, sehingga gambaran integritas pendidikan menjadi lebih mendalam dan menyeluruh.
BACA JUGA:Ungkap Masa Depan, Windy Idol Nangis Usai 5 Jam Dicecar KPK Soal Kasus TPPU Hasbi Hasan
"Indeks ini bukan sekadar angka. Kalau angka ini kita acuhkan, kita biarkan begitu saja, maka bisa menjadi sebuah malapetaka. Sehingga hasil SPI Pendidikan ini bisa menjadi cermin jujur sekaligus penanda bahwa membangun benteng antikorupsi di dunia pendidikan tak bisa ditunda," ujar Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam acara Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2024 dan Penandatanganan Komitmen Bersama Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi, yang digelar secara hybrid di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Kamis (24/4).
Pada tahun 2024, SPI Pendidikan menjangkau 36.888 satuan pendidikan di 507 kabupaten/kota dari 38 provinsi di Indonesia. Dengan melibatkan 449.865 responden, yang terdiri atas siswa/mahasiswa, orang tua, tenaga pendidik, hingga kepala satuan pendidikan, survei ini menyasar tiga dimensi utama, yakni karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, dan tata kelola pendidikan.
Setyo menegaskan urgensi menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini, agar perilaku korupsi tak diwariskan kepada generasi mendatang.
“Apalagi 20 tahun lagi kita menuju Indonesia Emas 2045, dengan harapan sudah berdaulat, maju, merdeka, modern, dan bisa memperbaiki permasalahan di semua lini. Oleh karena itu, demi tercapainya tujuan tersebut, pendidikan harus menjadi lini terdepan dalam pembentukan karakter antikorupsi,” tegas Setyo.
Sejak dirintis pada 2021, SPI Pendidikan telah mengalami penyempurnaan berkelanjutan dari sisi metodologi dan cakupan. Tahun ini, hasilnya diharapkan tidak hanya menjadi refleksi, tetapi juga landasan strategis bagi penguatan pendidikan antikorupsi (PAK) di Indonesia.
BACA JUGA:KPK Kantongi Nama Tersangka Kasus Korupsi Dana CRS Bank Indonesia
Serukan Komitmen Antikorupsi Bersama
Dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, Setyo menyerukan komitmen bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk mengintegrasikan nilai antikorupsi secara holistik ke dalam kurikulum dan budaya sekolah; membangun ekosistem pendidikan yang menjunjung tinggi etika, transparansi, dan akuntabilitas; serta meningkatkan kapasitas dan keteladanan para pendidik sebagai panutan utama peserta didik. Hal ini pun turut diikrarkan secara kolektif oleh para pemangku kepentingan dalam Penandatanganan Komitmen Bersama Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: