Proyek 25 Ribu Motor Listrik BGN Disorot KPK: Ada Indikasi Korupsi?
Jubir KPK Budi Prasetyo --
radarpena.co.id - Pengadaan puluhan ribu unit kendaraan listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah berada di bawah radar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Proyek ambisius dengan total 25.644 unit motor listrik ini memicu diskursus publik terkait transparansi dan efektivitas anggaran negara.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa sektor pengadaan barang dan jasa tetap menjadi "zona merah" yang paling rawan praktik korupsi.
BACA JUGA:Cara Sanggah Bansos 2026 Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Syaratnya
Deteksi Dini Potensi Penyimpangan
KPK menekankan bahwa celah korupsi seringkali muncul bukan saat barang dibagikan, melainkan jauh sebelumnya. Berikut adalah titik-titik krusial yang dipantau ketat:
- Tahap Perencanaan: Apakah analisis kebutuhan sudah berbasis data riil atau sekadar formalitas?
- Penentuan Spesifikasi: Apakah pemilihan model motor tertentu murni karena fungsi atau ada pesanan khusus?
- Logistik & Distribusi: Bagaimana menjamin puluhan ribu unit ini sampai ke wilayah pelosok tanpa "kebocoran" biaya?
"Pertanyaannya, apakah spesifikasi motor yang dipilih relevan dan merata untuk semua wilayah operasional? Ini yang kami cermati," ujar Budi Prasetyo.
BACA JUGA:Ganjil Genap Jakarta Selasa 14 April 2026: Pelat Genap Bebas Melintas, Pelat Ganjil Kena Tilang?
Teka-Teki Pemenang Tender: Siapa PT Yasa Artha Trimanunggal?
Salah satu poin paling krusial yang memicu skeptisisme adalah profil pemenang tender, PT Yasa Artha Trimanunggal.
Publik mempertanyakan kapabilitas perusahaan tersebut, terutama terkait infrastruktur layanan purna jual dan jaringan dealer yang dianggap belum luas.
KPK menuntut akuntabilitas di balik pemilihan vendor ini. Alasan mengapa perusahaan tersebut bisa menyingkirkan kompetitor lain harus dapat dijelaskan secara logis dan terbuka kepada publik.
Pembelaan Badan Gizi Nasional (BGN)
Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi untuk meredam spekulasi. Menurutnya, proyek ini adalah investasi untuk kelancaran program strategis nasional.
BACA JUGA:Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran yang Dekati Blokade AS di Selat Hormuz!
- Status Proyek: Menggunakan anggaran 2025 (21.801 unit diklaim sudah terealisasi).
- Tujuan: Mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Fokus Medan: Khusus untuk daerah dengan akses transportasi sulit guna menyukseskan program Makan Bergizi Gratis.
Adapun model kendaraan yang diduga masuk dalam daftar pengadaan adalah Emmo-JVX GT dan Emmo-JVH MAX.
Kepastian Anggaran: Tidak Ada Penambahan di 2026
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah tidak mengalokasikan dana untuk pembelian motor listrik baru pada tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: