DRAMATIK! Sempat Hilang Misterius Saat OTT, Bupati dan Sekda Kuansing Akhirnya Menyerahkan Diri
Sempat Menghilang Saat OTT, Bupati dan Sekda Kuansing Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK--
Radarpena.co.id - News Sempat Menghilang Saat OTT, Bupati dan Sekda Kuansing Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK!
Aksi kejar-kejaran tak kasat mata antara penegak hukum dan kepala daerah kembali berakhir di lobi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby , bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnaen , akhirnya resmi menyerahkan diri setelah keberadaan keduanya sempat menjadi teka-teki pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar tim penindak KPK.
Langkah kooperatif yang diambil dalam beberapa menit-menit akhir ini terjadi menyusul tekanan investigasi yang masif, termasuk diamankannya sejumlah orang terdekat, yang memaksa kedua pejabat teras di Riau tersebut untuk menyudahi pengungsinya.
Keduanya diburu oleh tim penyidik lantaran diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan suap terkait pengisian jabatan Sekda di lingkungan Pemkab Kuansing.
Namun kini mereka sudah menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK pada Selasa, 30 Juni 2026 malam.
BACA JUGA:Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun, JPU: ' Kami sudah Profesional '
Berdasarkan keterangan resmi dari otoritas penegak hukum, kedua pejabat tersebut mendarat di Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta sebelum akhirnya dibawa langsung ke markas KPK di Kuningan, Jakarta Selatan.
Keduanya tiba pada malam hari sekitar pukul 21.17 WIB dan langsung masuk melalui pintu belakang untuk menjalani pemeriksaan intensif lanjutan.
Kasus yang mengguncang Riau ini sebelumnya telah mengamankan 10 orang lainnya dalam rangkaian OTT yang digelar secara simultan di wilayah Kuansing dan Jakarta.
BACA JUGA:Viral, Aksi Buru-buru Walkout karena KETAKUTAN para Hakim Usai Vonis Nadiem Makarim
Penyelidikan internal KPK menegaskan bahwa operasi kilat ini pencitraan dugaan praktik culas pengisian pos-pos strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing, dengan fokus utama pada suap terkait posisi jabatan tinggi.
Dalam operasi ini, penyidik berhasil mengamankan sejumlah komoditas krusial sebagai instrumen hukum.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: