Menteri Natalius Pigai di-Bully Aparat Diam Saja
--
Radarpena.co.id - News Kali ini kabar viral datang langsung dari Kementerian RI.
Menteri HAM RI, Natalius Pigai baru-baru ini melontarkan kritik pedas kepada Aparat Penegak Hukum.
Natalius Pigai mengaku dirinya juga kerap menjadi korban rasisme di media sosial. Menurutnya, aparat seharusnya dapat mengambil langkah untuk menghentikan aksi perundungan dan kekerasan verbal yang terjadi di ruang digital.
Hal itu disampaikan Pigai saat dimintai tanggapan mengenai dugaan kasus perundungan yang disebut menjadi salah satu pemicu insiden ledakan di MAN 3 Padang.
"Saya kan dari dulu sikap saya jelas, bullying itu adalah salah satu kejahatan yang harus dieliminir oleh seluruh komponen. Pemerintah terus menerus, saya sendiri juga kan dari dulu sudah namanya, saya ini termasuk anti bullying," kata Pigai usai rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).
Pigai menilai penanganan bullying tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, pihak swasta, masyarakat, keluarga, hingga dunia pendidikan juga harus berperan aktif mencegah perundungan.
Ia mengatakan, khusus untuk perundungan yang terjadi melalui media sosial, pelakunya relatif mudah dilacak sehingga semestinya dapat segera ditindak atau setidaknya diberi peringatan.
"Bullying melalui media sosial. Media sosial itu gampang dicek dan bisa diusut," ujarnya.
Namun, Pigai menilai masih ada kelemahan dari lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan memantau aktivitas di media sosial. Menurut dia, berbagai institusi tersebut belum mampu menghentikan kekerasan verbal yang terjadi di ruang digital.
"Nah salah satu kelemahan yang terbesar adalah lembaga-lembaga pemerintah yang diberi kewenangan untuk bisa melihat pergerakan media sosial tidak mampu menghentikan," tegas Pigai.
Pigai kemudian mengungkapkan dirinya sendiri juga menjadi sasaran komentar bernada rasis di media sosial. Ia mempertanyakan mengapa aparat tidak mengambil langkah terhadap akun-akun yang menyebarkan ujaran tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: