Viral, Aksi Buru-buru Walkout karena KETAKUTAN para Hakim Usai Vonis Nadiem Makarim

Viral, Aksi Buru-buru Walkout karena KETAKUTAN para Hakim Usai Vonis Nadiem Makarim

Ilustrasi Nadiem Makarim telan pahit Putusan Vonis sidang kasusnya--

Radarpena.co.id - Viral Suasana sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Laptop Chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memanas usai majelis hakim membacakan putusan terhadap eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Saat majelis hakim meninggalkan ruang sidang, tim kuasa hukum Nadiem melayangkan protes.

Salah satu pengacara terdengar mempertanyakan mengapa hakim langsung meninggalkan ruang sidang sebelum pihaknya menyampaikan sikap atas putusan.

 

“Loh, kenapa buru-buru? Takut ya?” ujar salah satu pengacara kepada majelis hakim.

 

Momen tersebut terekam dalam persidangan dan menjadi perhatian publik.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pihak pengadilan terkait protes yang disampaikan tim kuasa hukum.

Menanggapi situasi dan keputusan yang diambil dalam persidangan tersebut, publik pun menilai bahwa banyak kejanggalan yang dilakukan oleh pihak Hakim dan Jaksa Penuntut.

BACA JUGA:Selamatkan Lansia di Tengah Musim Dingin, 5 PMI di Jepang Raih Penghargaan

Dalam artikel ini akan membahas ciri-ciri persidangan yang mengandung intrik, yang berhasil dirangkum Redaksi dari beberapa sumber.

Momen persidangan yang mengandung intrik biasanya ditandai dengan perubahan suasana atau dinamika psikologis yang tidak wajar. 

Anda dapat mengenali indikasi ini melalui perubahan gestur saksi yang mencurigakan, pertanyaan pengacara yang menjebak, atau interupsi jaksa yang tiba-tiba dengan tujuan menutupi fakta krusial.

BACA JUGA:Viral Pria Bawa Pisau Gores Bodi Mobil, Penumpang Histeris Ketakutan

Tanda-tanda spesifik untuk mendeteksi adanya intrik dalam persidangan

  • Gerak-gerik Tubuh Mengkhianati Kebohongan:
    Saksi atau terdakwa menunjukkan gestur stres seperti menghindari kontak mata, menggaruk leher, atau tatapan mata yang berkedip sangat intensif.
  • Perubahan Gaya Bicara yang Drastis:
    Alur cerita yang sering berubah-ubah, berbelit-belit, atau saksi secara reflek sering mengulang pertanyaan yang diajukan untuk mengulur waktu.
  • Penyembunyian Fakta (Manuver Obstruksi):
    Saksi atau pihak terkait tiba-tiba mengalami "lupa ingatan selektif" ketika ditanya mengenai peristiwa penting, atau adanya manipulasi barang bukti di menit-menit akhir.
  • Keberatan yang Terencana:
    Pihak penasihat hukum atau jaksa melakukan interupsi secara agresif atau berlebihan tepat saat keterangan saksi mulai mengarah pada titik terang.
  • Emosi yang Meledak-ledak atau Datar:
    Reaksi yang terlalu dramatis untuk memancing simpati, atau sebaliknya, bersikap terlalu tenang dan datar saat membahas topik yang sensitif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait