Lirik Janji Prabowo: PLTU Batu Bara Pensiun 75 GW Energi Terbarukan
Jalan di Tempat? janji Presiden Prabowo di panggung G20 pun berpotensi tergerus oleh kontradiksi kebijakan di tingkat nasional, yang terlihat nyata dalam RUPTL.--
Enhanced NDC menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor energi sebesar 358 juta ton CO₂-eq secara mandiri pada 2030. Namun, tidak ada dokumen yang secara jelas menyebutkan apakah pengurangan tersebut dilakukan dengan skenario unconditional atau conditional.
Di sisi lain, menurut perhitungan CERAH, dengan rencana penambahan 6,3 GW PLTU baru dan tanpa agenda pensiun dini PLTU existing, emisi sektor ketenagalistrikan pada paruh pertama dekade ini diperkirakan meningkat 16,5 juta ton CO₂ akibat penambahan 3,4 GW PLTU.
BACA JUGA:Dari Ponsel Lipat Tiga hingga Lampu Glyph: Inilah Deretan HP Inovatif Paling Gila di 2025
Sementara pada paruh kedua-dengan tambahan kapasitas 2,8 GW PLTU batu bara yang direncanakan beroperasi-emisi sektor energi diperkirakan meningkat 13,6 juta ton CO₂. Perhitungan emisi tersebut menggunakan asumsi capacity factor (CF) 70% dan emisi faktor 0,795 tCO₂/MWh.
Tanpa langkah korektif, sektor energi hampir pasti akan melewati batas emisi 1.311 MtCO₂ yang ditetapkan dalam skenario unconditional tahun 2030, dan memperlemah upaya transisi menuju sistem energi rendah karbon.
Dengan kenaikan total emisi sebesar 30 juta ton CO₂ per tahun dari seluruh penambahan 6,3 GW PLTU, tidak hanya berpotensi membebani anggaran subsidi dan menekan ruang fiskal, namun juga melemahkan kredibilitas Indonesia dalam komitmen iklim internasional.
Hal ini sekaligus menciptakan risiko stranded asset akibat perubahan arah pembiayaan global yang semakin ketat terhadap proyek batu bara.
Berdasarkan kajian IESR, untuk menjaga agar kenaikan suhu bumi tidak melebihi 1,5°C, sebanyak 72 unit PLTU batu bara dengan total kapasitas 43,4 GW perlu dipensiunkan secara bertahap pada periode 2022-2045.
Artinya, target dekarbonisasi hanya dapat dicapai jika ada komitmen konkret untuk menghentikan operasional PLTU jauh sebelum usia teknisnya berakhir.
BACA JUGA:Resmi Hadir di Indonesia! Oppo Pad SE Jadi Tablet Murah dengan Baterai Jumbo dan Fitur Anak
Sulit Tarik Investor di EBT?
Untuk mencapai target mitigasi iklim 2030, pemerintah memproyeksikan kebutuhan pendanaan mencapai USD281,23 miliar (Rp4.002,44 triliun).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: