Cegah Inflasi Jelang Nataru, Prabowo Minta Menu MBG Ganti Daging atau Telur Puyuh
Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengganti telur ayam untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan daging atau telur puyuh jelang perayaan natal dan tahun baru serta lebaran -Anisha Aprilia-Disway grup
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat.
Salah satu kebijakan terbaru yang akan diterapkan adalah pengurangan penggunaan telur ayam dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menggantinya dengan sumber protein lain seperti daging sapi atau telur puyuh.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden menginginkan agar stok telur ayam untuk kebutuhan masyarakat tidak terganggu selama periode permintaan tinggi.
"Pak Presiden pesan, 'Wah, ya nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, mau Nataru, kemudian lebaran, ya kan. Nanti mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh,'" kata Nanik, Jumat, 21 November 2025.
Tujuan Kebijazan: Jaga Ketersediaan Telur Ayam untuk Masyarakat
Nanik menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi kelangkaan telur ayam di pasaran. Menjelang Nataru dan Lebaran, kebutuhan telur biasanya meningkat tajam terutama untuk keperluan membuat kue.
BACA JUGA:Nova Arianto Resmi Naik Kelas, PSSI Segera Seleksi Pelatih Baru Timnas Indonesia U17
BACA JUGA:Dari 100 UMKM, Kini Terseleksi 30 UMKM Siap Berkompetisi Menuju Top 10 Pertapreneur Aggregator 2025
"Supaya enggak ganggu kebutuhan masyarakat yang mau Nataru dan mau lebaran untuk kue, terutama telur ya," ungkapnya.
Sejumlah daerah disebut telah menunjukkan kenaikan harga bahan pangan, terutama komoditas protein hewani seperti ayam dan telur.
"Ya sekarang masih kecil, tapi tanda-tanda itu mulai ada," jelas Nanik.
Harga Bahan Pangan Mulai Mengalami Kenaikan
Nanik menjelaskan, indikator kenaikan harga sudah terlihat pada daerah-daerah dengan Sistem Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) yang mulai penuh. Hal itu menunjukkan lonjakan permintaan, sehingga diperlukan langkah preventif agar tidak terjadi gejolak harga.
Selain protein hewani, BGN juga memantau harga buah yang kini mulai langka di beberapa wilayah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: