Presiden Bocorkan Cadangan Emas di Papua, Optimisme atau Asing Diuntungkan?
--
Radarpena.co.id - Lifestyle Bocornya informasi Cadangan Emas dan Mineral baru menimbulkan perdebatan.
Pertanyaan besarnya adalah Bagaimana tanggapan pihak asing mengenai bocoran tersebut?
Apakah itu merupakan pernyataan yang justru bisa dimanfaatkan oleh mereka?
Presiden Prabowo Subianto mengungkap tim ekspedisi lintas lembaga yang dipimpin oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menemukan cadangan emas dan cadangan sejumlah mineral baru di daerah pegunungan di Papua.
Temuan baru itu baru dilaporkan beberapa jam sebelum Presiden berpidato dalam acara peluncuran mandatori B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis.
"Ekspedisi ilmiah kita baru bekerja, kalau tidak salah, baru berjalan 2 atau 3 minggu di pegunungan Papua, tim dari BRIN dengan beberapa universitas, dibantu TNI, menemukan cadangan emas dan cadangan mineral-mineral yang sangat besar," kata Prabowo saat acara peluncuran B50 di hadapan sejumlah pejabat negara dan perwakilan dari dunia usaha.
Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh kalangan untuk membangun rasa optimisme yang sama terhadap masa depan Indonesia.
"Masa depan kita sangat baik, sangat cerah. Tinggal kita sekarang merintis terus, meneruskan apa yang sudah dirintis pendahulu kita. Menjaga bangsa kita, menjaga Republik kita, menjaga kebaikan, mengurangi ketidakbaikan. Kita harus hentikan korupsi, harus kita hentikan penyelundupan, harus kita hentikan narkotika, harus kita hentikan judol (judi online)," ujar Presiden.
Dalam acara yang sama, tidak hanya temuan cadangan emas dan mineral baru, Presiden juga mengungkap cadangan batu bara Indonesia yang masih banyak jumlahnya.
Presiden juga menyebut adanya ladang-ladang gas alam baru di Blok Andaman, lepas pantai Aceh. Kemudian cadangan gas melimpah di Masela, Maluku Barat Daya.
"Kita masih punya ladang (gas) yang sangat besar di Masela, Maluku Barat Daya, di Natuna, di Kalimantan. Kita juga ketemukan baru saja ladang-ladang besar, dan baru kita ketahui bahwa kita punya CNG. Kalau LPG kita masih impor. CNG kita sangat banyak, sangat-sangat banyak," ujar Presiden.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: