Konferensi AI Dunia 2026 Dibuka di Shanghai, China

Konferensi AI Dunia 2026 Dibuka di Shanghai, China

--

Radarpena.co.id - Tekno Konferensi AI Dunia (World AI Conference/WAIC) 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global (High-Level Meeting on Global AI Governance) dibuka di Shanghai, China, Jumat (17/7).

Mengusung tema "Kemitraan AI untuk Masa Depan yang Lebih Cerah" (AI Partnership for a Brighter Future), acara ini mencakup enam bagian, yaitu Konferensi dan Forum, Pameran dan Demonstrasi, Penghargaan dan Kompetisi, Pengalaman Aplikasi, Inkubasi Inovasi, serta Daya Tarik Talenta.

Untuk pertama kalinya, luas area pameran melampaui 100.000 meter persegi, dengan lebih dari 1.100 perusahaan berpartisipasi.

Panitia penyelenggara menyatakan bahwa para peserta pameran akan menampilkan lebih dari 3.000 produk dan teknologi, dengan lebih dari 300 produk melakukan debut globalnya.

Dilansir dari Xinhua, Minggu (19/7/2026), beragam teknologi dipamerkan selama konferensi, termasuk robot humanoid dan tangan robotik berpresisi tinggi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan industri maupun aktivitas sehari-hari. Pengunjung juga dapat merasakan pengalaman budaya dan hiburan yang memanfaatkan teknologi AI, memperlihatkan semakin luasnya penerapan kecerdasan buatan di berbagai sektor.

WAIC 2026 turut menjadi panggung bagi pembahasan mengenai tata kelola AI global melalui Global AI Governance High-Level Meeting. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan peneliti untuk membahas arah pengembangan AI yang aman, inklusif, dan bertanggung jawab.

 

Pada pembukaan konferensi, Presiden China Xi Jinping menekankan pentingnya memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan kecerdasan buatan. Ia menilai kolaborasi global diperlukan agar inovasi AI dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus meminimalkan berbagai risiko yang muncul dari perkembangan teknologi tersebut.

Xi juga menegaskan komitmen China untuk terus mendorong inovasi AI melalui kolaborasi lintas negara serta memperkuat sistem tata kelola yang mampu menjaga pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas posisi China sebagai salah satu kekuatan utama dalam pengembangan AI dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, negara itu terus meningkatkan investasi di bidang riset, manufaktur, dan komersialisasi teknologi kecerdasan buatan.

 

Shanghai sendiri semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat inovasi AI di China. Melalui penyelenggaraan WAIC setiap tahun, kota ini menjadi wadah bagi perusahaan teknologi, peneliti, dan investor untuk memperkenalkan terobosan terbaru sekaligus memperluas kerja sama internasional.

Selain menampilkan inovasi, konferensi tersebut juga menggambarkan pesatnya perkembangan industri robotika di China. Robot-robot cerdas yang dipamerkan dirancang mampu beradaptasi dengan berbagai skenario, mulai dari lini produksi industri hingga layanan publik dan kebutuhan rumah tangga.

Seiring meningkatnya permintaan pasar, produksi robot humanoid di China diperkirakan melampaui 100.000 unit sepanjang 2026. Proyeksi tersebut mencerminkan percepatan industrialisasi teknologi AI sekaligus memperlihatkan besarnya potensi pasar robotika dalam beberapa tahun mendatang. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: