Napi High Risk! Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan
Ammar Zoni dipindah ke Nusakambangan--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Aktor Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik. Setelah tersandung kasus narkoba, kini ia resmi dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan, Jawa Tengah.
Langkah tegas ini diambil karena statusnya dikategorikan sebagai narapidana berisiko tinggi (high risk).
Selain Ammar, lima napi asal Jakarta juga ikut dipindahkan ke penjara dengan pengamanan paling ketat di Indonesia tersebut.
Pemindahan dilakukan pada Kamis pagi (16/10/2025) sekitar pukul 07.43 WIB, dengan pengawalan ketat dari petugas Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas), Polres Jakarta Timur, Mabes Polri, serta Kantor Wilayah Ditjenpas Jakarta.
BACA JUGA:Kapal Tanker MT Federal II Meledak di Batam, 10 Tewas dan 21 Luka-Luka, Berikut Daftar Korbannya
Kepala Subdirektorat Kerja Sama Ditjenpas, Rika Aprianti, mengungkapkan bahwa Ammar Zoni kini telah ditempatkan di Lapas Super Maximum Security Karanganyar, Nusakambangan.
“Ini bukti keseriusan pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di lapas. Siapa pun yang terlibat akan ditindak tanpa pandang bulu,” tegas Rika dalam keterangan resminya di Jakarta.
Pemindahan ini, lanjutnya, dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
Rika menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, yang sejak awal kepemimpinannya telah memindahkan lebih dari 1.500 napi high risk ke Nusakambangan.
“Pemindahan ini tidak hanya untuk menjaga keamanan lapas dari peredaran narkoba, tapi juga untuk memberikan pembinaan super maksimum agar mereka bisa berubah menjadi warga binaan yang lebih baik,” ujarnya.
BACA JUGA:Prediksi Dewa United vs Madura United di Super League 16 Oktober 2025: Banten Warriors Bidik 3 Poin
Langkah tegas ini juga dianggap sebagai peringatan keras bagi napi lainnya agar tidak mencoba mengulangi kesalahan yang sama.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jakarta, Heri Azhari, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembersihan terhadap peredaran gelap narkoba di lapas dan rutan.
“Seperti yang selalu diingatkan Pak Menteri dan Dirjenpas, ‘zero narkoba adalah harga mati’. Ini menjadi alarm bagi kami semua untuk tetap waspada dan bertindak tegas,” ujar Heri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: