Geger! Ammar Zoni Sumpah di Bawah Al-Qur'an: Ngaku Disiksa dan Ditendang Oknum Polisi Saat BAP
Ammar Zoni--
Radarpena.co.id - Kabar mengejutkan datang dari ruang sidang yang menyeret nama besar aktor Ammar Zoni. Mantan suami Irish Bella ini secara blak-blakan membongkar sisi gelap proses hukum yang ia jalani. Bukan sekadar curhatan biasa, Ammar memberikan pengakuan yang bikin bulu kuduk berdiri terkait dugaan kekerasan fisik yang ia alami selama mendekam di Rutan Salemba.
Ammar Zoni yang biasanya tampil kalem, kali ini meledak di hadapan Majelis Hakim. Dalam sidang pledoi yang digelar penuh haru, ia menceritakan betapa getirnya momen awal saat petugas mengamankannya. Ia menegaskan bahwa seluruh keterangan yang masuk ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) lahir dari kondisi yang penuh tekanan dan jauh dari prinsip keadilan.
Sumpah Demi Allah: Ammar Zoni Klaim Alami Kekerasan Fisik
Publik dibuat terperangah saat Ammar Zoni berani mengangkat sumpah demi meyakinkan Majelis Hakim. Dengan mengenakan kemeja rapi namun wajah yang tak kuasa menahan emosi, ia membeberkan bahwa dirinya menjadi korban kebrutalan oknum kepolisian. Pengakuan ini tentu saja langsung menjadi sorotan tajam karena menyangkut hak asasi manusia dalam proses penyidikan.
"Demi Allah saya tidak didampingi oleh kuasa hukum saat di BAP. Demi Allah BAP dibuat dalam tekanan. Demi Allah saya mendapatkan kekerasan secara fisik baik ditendang maupun verbal dari oknum kepolisian," ujar Ammar dengan nada bergetar pada Jumat, 3 April 2026.
Ammar menjelaskan bahwa momen-momen saat pemeriksaan tersebut adalah masa paling kelam dalam hidupnya. Tanpa pendampingan hukum, ia merasa tidak berdaya saat mendapatkan perlakuan kasar, baik secara fisik berupa tendangan maupun kekerasan verbal yang menjatuhkan mentalnya. Fakta ini ia ungkapkan sebagai upaya mencari keadilan di tengah jeratan kasus yang sedang membelitnya.
Bantahan Keras Jadi Bandar: "Saya Hanya Pecandu yang Butuh Pertolongan"
Selain soal penganiayaan, Ammar Zoni juga memanfaatkan momentum pledoi atau pembelaan ini untuk menepis tuduhan berat lainnya. Ia membantah keras narasi yang menyebut dirinya terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika. Tuduhan sebagai perantara atau bandar menurutnya adalah fitnah yang sangat kejam.
Dalam persidangan tersebut, Ammar berkali-kali melontarkan sumpah untuk meyakinkan hakim bahwa dirinya tidak pernah mencari keuntungan dari barang haram tersebut. Fokusnya saat ini adalah ingin sembuh dari ketergantungan, bukan justru dikriminalisasi sebagai pengedar yang mencari cuan dari narkoba.
"Demi Allah saya bukan seorang bandar. Demi Allah saya tidak pernah sekalipun menjual atau menjadi perantara. Tidak ada keuntungan sedikitpun yang saya terima," tegas Ammar Zoni di depan Majelis Hakim.
Upaya Mencari Keadilan di Tengah Tuduhan Berat
Sidang pledoi ini menjadi titik balik bagi Ammar Zoni untuk meluruskan fakta versi dirinya. Ia merasa keterangannya dalam BAP sebelumnya tidak valid karena dibuat di bawah ancaman dan kekerasan. Bagi Ammar, statusnya sebagai pecandu seharusnya menempatkannya sebagai sosok yang butuh rehabilitasi dan pertolongan medis, bukan disiksa secara fisik.
Pernyataan Ammar ini tentu memicu tanya besar bagi publik mengenai standar operasional prosedur (SOP) kepolisian saat melakukan penyidikan. Jika benar ada oknum polisi yang melakukan penendangan dan siksaan, maka hal ini bisa menjadi bumerang bagi kasus hukum Ammar ke depannya. Kini, publik tinggal menunggu bagaimana respons pihak kepolisian dan keputusan Majelis Hakim terkait pengakuan berani sang aktor ini.
Keadilan bagi Ammar Zoni kini bergantung pada bagaimana Majelis Hakim menyikapi pengakuan di bawah sumpah Al-Qur'an tersebut. Apakah fakta baru ini akan meringankan hukumannya atau justru memicu penyelidikan internal baru terhadap oknum yang dimaksud? (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: