Fakta Lengkap Kasus Keracunan MBG di SDN 12 Benua Kayong Ketapang, Nugget Ikan Hiu Jadi Penyebab

Fakta Lengkap Kasus Keracunan MBG di SDN 12 Benua Kayong Ketapang, Nugget Ikan Hiu Jadi Penyebab

25 Siswa dan Guru Keracunan MBG di Ketapang, Nugget Ikan Hiu --

 

KETAPANG, RADARPENA.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, puluhan siswa SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), dilarikan ke rumah sakit usai menyantap menu MBG yang diduga terkontaminasi.

 

Insiden ini terjadi pada Selasa (23/9/2025) dan membuat 25 orang terdampak, terdiri dari 24 siswa serta 1 guru.

Mereka mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, hingga sesak napas setelah menyantap makan siang.

BACA JUGA:Banyak Kasus Keracunan, Program MBG Dipastikan Lanjut Terus

 

Menurut keterangan Kepala Sekolah Dewi Hardina Febriani, kasus bermula sekitar pukul 10.00 WIB, hanya setengah jam setelah siswa menerima menu MBG berupa:

 

nasi putih, nugget ikan hiu filet saus tomat, tahu goreng, oseng kol dan wortel, serta buah melon.

 

Awalnya hanya beberapa siswa yang mengeluh sakit perut dan muntah, namun jumlahnya terus bertambah hingga puluhan. Pihak Puskesmas lalu mengevakuasi korban ke RSUD dr. Agoesdjam.

 

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Feria Kowira, menyebutkan jumlah pasien awalnya 17 orang, namun bertambah menjadi 25 orang pada malam harinya.

Dari jumlah tersebut, 22 sudah diperbolehkan pulang, sementara 3 lainnya masih menjalani perawatan intensif.

BACA JUGA:Kasus Keracunan MBG di Cipongkor Terjadi Lagi, Total 631 Siswa Jadi Korban

 

“Seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah daerah,” tegas Feria.

 

Dugaan Penyebab: Nugget Ikan Hiu

 

Investigasi sementara menyebutkan, menu ikan hiu filet menjadi penyebab utama keracunan. Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi, menilai ini murni kelalaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

 

“Ikan hiu jarang dikonsumsi anak-anak. Selain tidak familiar, daging hiu juga berisiko mengandung zat berbahaya seperti merkuri,” jelas Agus.

 

Ia menegaskan, dapur SPPG Mulia Kerta yang menyiapkan menu tersebut telah dihentikan sementara dan kepala dapurnya dinonaktifkan.

 

BACA JUGA:Marak Keracunan, Siswa Trauma Santap Menu MBG, BGN: Cuma Sebagian Kecil Saja

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan orangtua. Banyak yang memilih melarang anak mereka mengonsumsi menu MBG dan lebih nyaman membawakan bekal dari rumah.

 

“Daripada berisiko, lebih baik anak saya bawa bekal sendiri,” kata Ratna (36), warga Benua Kayong.

 

Hal senada diungkapkan Susilo (53) yang mengaku trauma setelah anaknya menjadi korban.

 

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengaku kecewa atas buruknya koordinasi program MBG di daerahnya.

BACA JUGA:Korban Keracunan Massal MBG di Cipongkor Bertambah Jadi 369 Orang

 

“Saya masih mencari siapa koordinator MBG ini, karena tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Padahal ketika terjadi masalah, masyarakat menyalahkan pemda,” ujarnya.

 

Ia menegaskan akan segera memanggil koordinator MBG di Kalbar untuk meminta pertanggungjawaban sekaligus memperbaiki komunikasi agar kasus serupa tak terulang.

 

 

Kasus keracunan massal akibat program MBG di Ketapang menambah daftar panjang insiden serupa di berbagai daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait