Terjadi Lagi! 251 Siswa di Banggai Sulawesi Tengah Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis

Terjadi Lagi! 251 Siswa di Banggai Sulawesi Tengah Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis

Ratusan siswa di Banggai Kepulauan alami keracunan usai santap makanan MBG--

BANGGAI, RADARPENA.CO.ID - Sebanyak 251 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA di Salakan dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (17/9/2025).

Para siswa mengalami berbagai gejala mulai dari gatal, mual, pusing, hingga ada yang sempat kejang-kejang. Seluruh korban keracunan massal tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Trikora Salakan.

Kapolres Banggai Kepulauan, AKBP Ronaldus Karurukan, membenarkan kejadian ini. Berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah siswa yang mengalami keracunan dan mendapat perawatan medis sebanyak 230 siswa.

BACA JUGA:37 Siswa di Baubau Diduga Keracunan Makanan Program Menu Bergizi Gratis

“230 siswa dirawat di Rumah Sakit Trikora Salakan setelah mengonsumsi makanan yang disajikan oleh Badan Gizi Nasional,” jelasnya, Kamis (18/9/2025).

Dijelaskannya, pihaknya langsung turun ke lokasi, menyediakan ambulans, dan memastikan siswa segera mendapat penanganan medis.

“Kami langsung ke rumah sakit sekaligus menyediakan ambulans. Beberapa anggota juga disiagakan untuk pengamanan agar penanganan berjalan lancar,” tambahnya.

Meski begitu, kondisi para siswa saat ini dilaporkan sudah stabil meskipun masih dalam perawatan intensif.

Menu yang Diduga Jadi Penyebab

Dari hasil pemeriksaan awal, menu makanan yang disajikan kepada siswa terdiri dari:

  • Ikan tuna saus
  • Tahu goreng
  • Sayur asam jagung
  • Buah jeruk

Polisi menduga salah satu menu tersebut menjadi penyebab keracunan. Namun, untuk memastikan, pihak berwenang telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

BACA JUGA:Anak Keracunan dan Sakit Usai Makan MBG, Tanggung Jawab Orangtua, Begini Tanggapan BGN

“Kami tidak akan berspekulasi. Sampel sudah dikirim ke Laboratorium Badan POM Luwuk, dan kami menunggu hasil resmi penyebab keracunan,” tegas Ronaldus.

Polres Bangkep juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan serta penyedia makanan MBG untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kasus keracunan massal ini menjadi sorotan publik, mengingat program Makanan Bergizi Gratis diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi pelajar, bukan sebaliknya menimbulkan masalah kesehatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait