Ngeri! Ratusan Ribu Rekening Penerima Bansos Tak Cuma Terindikasi Judol, Tapi Korupsi dan Pendanaan Terorisme
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana membenarkan bahwa ada ratusan ribu rekening penerima bansos terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online -anisha aprilia-radarpena.co.id Disway group
Puan juga menekankan bahwa proses perbaikan data bansos harus tetap mengedepankan prinsip keadilan sosial.
Pemerintah diingatkan agar tidak gegabah dalam memutus bantuan hanya berdasarkan data transaksi yang belum divalidasi penuh.
Bantuan sosial sejatinya dirancang untuk membantu masyarakat miskin dan rentan, terutama dalam kondisi ekonomi sulit.
Namun ketika bansos justru disalurkan ke individu yang terlibat dalam kejahatan, dampaknya bisa sangat merusak.
BACA JUGA:BNN: 3,3 Juta Anak Indonesia Terjerat Narkoba, Ancaman Nyata bagi Masa Depan Bangsa
Judi Online membuat dana bansos tak digunakan sebagaimana mestinya dan justru memperparah kemiskinan penerimanya.
Korupsi dalam bansos menciptakan kebocoran anggaran yang besar dan merugikan negara.
Pendanaan Terorisme jauh lebih berbahaya karena mengancam keamanan nasional.
Oleh karena itu, investigasi lebih lanjut dan sistem digitalisasi bansos berbasis data yang akurat menjadi mutlak dilakukan.(anisha)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: