Budi Arie Setiadi Terseret Isu Judi Online: Bagaimana Statusnya?

Budi Arie Setiadi Terseret Isu Judi Online: Bagaimana Statusnya?

Hoax atau bukan, Budi Arie Setiadi terseret isu judol--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Nama Budi Arie Setiadi kembali mencuat ke publik, kali ini bukan karena prestasinya sebagai mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), melainkan karena dugaan keterlibatan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam praktik judi online (judol).

 

Meski belum terbukti secara hukum, posisinya sebagai pemimpin kementerian saat kasus itu mencuat membuatnya berada dalam sorotan tajam. Seperti dikutip Radarpena dari akun X @MurtadhaOne1 pada Sabtu, 17 Mei 2025.

BACA JUGA:Transaksi Judi Online Makin Menjamur Tembus Rp6,2 T di Awal 2025, Komdigi Ungkap Penyebabnya

Skandal di Tubuh Komdigi

Kisah ini bermula dari terbongkarnya jaringan pegawai Komdigi yang diduga melindungi ribuan situs judi online. Sedikitnya sebelas pegawai ditangkap, dan diduga kuat menerima keuntungan dari akses ilegal tersebut. Praktik ini dilaporkan telah berlangsung lama, tanpa tindakan tegas dari internal kementerian.

Publik pun mulai mempertanyakan pengawasan dan tanggung jawab Budi Arie, yang saat itu masih menjabat sebagai Menkominfo. Komisi I DPR RI menilai lemahnya pengawasan menjadi celah tumbuh suburnya aktivitas ilegal ini.

BACA JUGA:Apa Itu Worldcoin? Aplikasi yang Viral hingga Dibekukan oleh Komdigi

Pemeriksaan oleh Bareskrim

Pada 19 Desember 2024, Budi Arie dipanggil dan diperiksa oleh Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus ini. Pemeriksaan ini dilakukan oleh Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) untuk mendalami dugaan adanya pembiaran atau kelalaian dalam pengawasan terhadap anak buahnya.

Meski belum ada status hukum yang menyebutnya sebagai tersangka, keterlibatan namanya dalam proses penyelidikan ini menjadi perhatian publik dan media.

Budi Arie Membantah

Dalam berbagai kesempatan, Budi Arie membantah keras tuduhan keterlibatan dalam praktik judi online. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mungkin mengkhianati kepercayaan rakyat dan Presiden Joko Widodo.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait